Aturan New Normal Dorong Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia

Kamis, 02 Juli 2020 - 08:50 WIB
Berdasarkan data Bank Indonesia, terjadi lonjakan transaksi perdagangan daring sebesar 18,1% hingga 98,3 juta transaksi pada bulan Maret 2020 dengan nilai total transaksi meningkat 9,9% menjadi Rp20,7 triliun.

"Penjualan secara online memudahkan pemasaran hasil industri Indonesia yang sekaligus berguna untuk merevitalisasi IKM menuju industri 4.0," ungkap Agus.

Agus melanjutkan, saat ini menjadi momentum yang tepat untuk menggulirkan kebangkitan manufaktur Indonesia. Sebab, selama tiga bulan terakhir atau sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, manufaktur belajar untuk lebih efektif dan efisien.

"Oleh karenanya, kami terus memacu industri manufaktur untuk lebih berinovasi, sehingga mampu menghasilkan produk yang berdaya saing global," imbuhnya. Hal ini sejalan dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Inisiatif Making Indonesia 4.0 bertujuan untuk mentranformasi seluruh sektor, terutama industri, dengan memanfaatkan teknologi digital. Inisiatif tersebut sudah masuk ke major project dalam RPJMN 2020-2024.

Awalnya, implementasi Making Indonesia 4.0 menitikberatkan pada lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik. Kelima sektor ini dianggap mewakili industri secara keseluruhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!