Pemerintah Diminta Serahkan Harga BBM ke Mekanisme Pasar

Senin, 19 September 2022 - 18:52 WIB
Di negara lain harga BBM saat ini turun, sebab mayoritas menyerahkannya ke mekanisme pasar. Foto/FaisalRahman/SINDOnews
JAKARTA - Tingginya harga minyak dunia yang berimbas pada harga bahan bakar minyak ( BBM ) sehingga membebani APBN harus menjadi momentum pemerintah untuk beralih ke sumber energi alternatif. Selain itu, penggunaan BBM dan energi fosil lainnya membawa dampak buruk terhadap iklim.

Baca juga: Jalan Medan Merdeka Barat Dibuka, Lalin Arah Bundaran HI Kembali Normal



"Kita harus mulai berpikir soal peralihan ke renewable energy. Karena seperti kita lihat penggunaan energi fosil berdampak besar pada perubahan iklim," kata Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri dalam diskusi dengan tema "Subsidi Tepat Sasaran: Rakyat Senang, APBN Aman," Senin (19/9/2022).

Penyesuaian harga BBM, sambung Rizal, juga harus menggalakkan lagi penggunaan EBT. Apalagi pemerintah memiliki target pada 2025 Indonesia telah menggunakan 23% EBT.

"Meskipun renewable ini enggak murah, kita harus dukung transisi energi ini. Memang kita butuh financial resources untuk mewujudkannya," jelasnya.

Selain itu, Rizal menilai, pemerintah sebaiknya menyerahkan harga BBM ke mekanisme pasar. Langkah ini telah banyak diterapkan di negara lain. "Pemerintah harus berani menerapkan BBM diserahkan ke harga pasar, jangan diatur kemudian disubsidi," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!