Laporan Tahunan Konsolidasi BUMN: Beban Utang Turun Jadi Rp73,5 Triliun
Rabu, 28 September 2022 - 14:39 WIB
Di mana, naiknya penjualan akibat meningkatkan aktivitas penanggulangan Covid-19 dan pertumbuhan volume penjualan di beberapa klaster. Untuk margin EBITDA meningkat menjadi 20,4%. Pertumbuhan ini lantaran adanya perbaikan dan efisien pada beban operasional tidak langsung.
Erick Thohir juga mencatat restrukturisasi utang dan penurunan tingkat bunga pinjaman tahun lalu mengakibatkan penurunan beban utang konsolidasi dari yang semula Rp91,5 triliun pada 2020 menjadi Rp73,5 triliun di 2021.
Pertumbuhan penjualan, perbaikan margin operasi, penurunan beban bunga akibat restrukturisasi dan penurunan kerugian kurs, pada akhirnya memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan BUMN. Khususnya, laba bersih perseroan 2021 meningkat menjadi Rp 124,7 triliu. Jumlah laba bersih tersebut naik 838,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 13,3 triliun.
Erick menilai salah satu efisiensi yang dilakukan dan memberikan dampak signifikan adalah pembentukan klaster BUMN.
Erick Thohir juga mencatat restrukturisasi utang dan penurunan tingkat bunga pinjaman tahun lalu mengakibatkan penurunan beban utang konsolidasi dari yang semula Rp91,5 triliun pada 2020 menjadi Rp73,5 triliun di 2021.
Pertumbuhan penjualan, perbaikan margin operasi, penurunan beban bunga akibat restrukturisasi dan penurunan kerugian kurs, pada akhirnya memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan BUMN. Khususnya, laba bersih perseroan 2021 meningkat menjadi Rp 124,7 triliu. Jumlah laba bersih tersebut naik 838,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 13,3 triliun.
Erick menilai salah satu efisiensi yang dilakukan dan memberikan dampak signifikan adalah pembentukan klaster BUMN.
(akr)
Lihat Juga :