Investor Cemas AS Masuk Palung Resesi, Wall Street Dibuka Ambruk

Jum'at, 30 September 2022 - 22:15 WIB
Wall Street telah menghadapi tekanan jual selama beberapa bulan terakhir yang penuh gejolak ini, selain karena kekhawatiran penurunan ekonomi akibat tren suku bunga, juga karena ketidakpastian kapan lonjakan inflasi bakal menyusut. Meskipun serangkaian data ekonomi memberi sinyal positif atas aktivitas konsumsi.

Kabar makro ekonomi terbaru menunjukkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti melonjak 0,6% pada bulan Agustus dari level stagnan di bulan sebelumnya. Namun, persentase ini masih terbilang kecil dari sejumlah indikator ekonomi lainnya.

"Apa yang perlu kita lihat adalah terkait penurunan inflasi secara berurutan dan kita (sampai saat ini) belum melihatnya," kata Analis B. Riley Wealth, Art Hogan, dilansir Reuters, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Putri Candrawathi Kenakan Baju Tahanan: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

Ke depan, pasar menantikan komentar dari sejumlah pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk lebih lanjut ihwal kebijakan moneter selanjutnya. "Ini tidak akan mengubah skenario hawkish yang telah mendorong pasar ekuitas jadi lebih rendah," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!