Saham-saham Megacaps Berlompatan, Wall Street Dibuka Melejit 1%
Selasa, 04 Oktober 2022 - 21:09 WIB
Wall Street dibuka naik 1% pada perdagangan hari ini. Foto/Reuters
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street dibuka menguat lebih dari 1% pada Selasa (4/10/2022) menyusul penurunan imbal hasil (yield) treasury AS yang mendorong pertumbuhan sejumlah saham-saham megacaps dan sektor teknologi. Pasar menantikan sejumlah data ekonomi sebagai pengamatan mereka terhadap jalur suku bunga Federal Reserve pada pertemuan mendatang.
Baca juga: Ketularan Wall Street, IHSG Dibuka Melesat 1%
Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,41% di 29.907,36, S&P 500 (SPX) tumbuh 1,80% di 3.744,74, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menanjak 2,26% di 11.059,57.
Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Carnival Corp, Tesla, dan Ford Motor. Tiga top gainers ditempati oleh Gap menguat 5,79%, DexCom naik 6,48%, dan Caesars tumbuh 6,13%, sedangkan top losers diduduki oleh CH Robinson turun 0,75%, CME Group, dan Regeneron Pharma masing-masing di bawah 1%.
Rilis data lowongan pekerjaan dan permintaan industri akan menjadi fokus utama pasar ke depan, sehari setelah pengumuman aktivitas manufaktur yang lebih lemah sebagai indikasi kenaikan permintaan barang berada di fase yang lamban.
Di tengah harapan bahwa The Fed akan menekan sikap agresifnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan. Ini merupakan kabar baik bagi bursa saham.
Baca juga: Ketularan Wall Street, IHSG Dibuka Melesat 1%
Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 1,41% di 29.907,36, S&P 500 (SPX) tumbuh 1,80% di 3.744,74, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menanjak 2,26% di 11.059,57.
Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Carnival Corp, Tesla, dan Ford Motor. Tiga top gainers ditempati oleh Gap menguat 5,79%, DexCom naik 6,48%, dan Caesars tumbuh 6,13%, sedangkan top losers diduduki oleh CH Robinson turun 0,75%, CME Group, dan Regeneron Pharma masing-masing di bawah 1%.
Rilis data lowongan pekerjaan dan permintaan industri akan menjadi fokus utama pasar ke depan, sehari setelah pengumuman aktivitas manufaktur yang lebih lemah sebagai indikasi kenaikan permintaan barang berada di fase yang lamban.
Di tengah harapan bahwa The Fed akan menekan sikap agresifnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan. Ini merupakan kabar baik bagi bursa saham.
Lihat Juga :