Sandiaga Uno Berharap WCCE 2022 Dapat Memberi Dampak Besar kepada Ekonomi Kreatif

Kamis, 06 Oktober 2022 - 19:44 WIB
“Ini menunjukkan bahwa industri kreatif berkembang pesat dan sekaligus menjadi pertanda bahwa peluang terbuka lebar untuk mencapai target yang diberikan presiden dalam mendukung penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” kata Menparekraf Sandiaga.

Rangkaian WCCE 2022 dengan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery” meliputi tiga kegiatan. Pertama, WCCE Spotlight dan WCCE Expo/Creativillage yang menampilkan eksibisi/pameran kreatif, pertunjukan/showcasing, medium jejaring, dan sesi inspirator global di sektor ekonomi kreatif. Kedua, The Friends of Creative Economy (FCE) Meeting yang merupakan forum diskusi dan debat antar-pentahelix ekraf nasional dan global.

Dan, ketiga, yaitu Ministerial Meeting yang merupakan forum kebijakan ekonomi kreatif tingkat menteri yang akan menyepakati outcome document dari WCCE 2022. Sementara untuk sub-tema akan dibagi menjadi empat. Pertama adalah Creative Economy for Global Revival, kedua, IP and Rights of the Creative, ketiga, Inclusive and SDG’s Agenda, dan keempat, The Future of Creative Economy. Pembahasan tema-tema ini akan melibatkan seluruh pihak terkait.

"Sudah menjadi tugas kita untuk memastikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi. 'Bali Creative Economy Roadmap' sebagai hasil dari WCCE 2022 nantinya akan menjadi pedoman masyarakat dunia dalam memasukkan ekonomi kreatif ke dalam rencana pemulihan ekonomi global," kata Menparekraf Sandiaga.

Presiden Joko Widodo saat membuka Edisi ke-3 Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau World Conference on Creative Economy (WCCE) Tahun 2022 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, mengatakan, karya industri kreatif saat ini dengan mudah melampaui batas-batas negara. Industri kreatif tidak lagi menjadi produk lokal yang dikonsumsi masyarakat lokal, tetapi telah menjadi produk global yang mudah dinikmati oleh masyarakat lintas negara.

"Saat dunia membatasi mobilitas fisik manusia karena pandemi, mobilitas karya-karya ekonomi kreatif tetap lalu lalang bergerak tanpa menularkan Covid-19. Sektor ekonomi kreatif relatif mampu bertahan di era pandemi dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Beberapa subsektor ekonomi kreatif seperti aplikasi dan pengembang permainan, televisi, dan radio, bahkan tumbuh signifikan dipicu konsumsi konten yang meningkat signifikan selama pandemi," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga meyakini ekonomi kreatif di Indonesia dan banyak negara lain di dunia akan menjadi tulang punggung ekonomi di masa depan yang semakin kuat dan diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi inklusif. Pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor yang futuristik tumbuh lebih cepat lebih besar dan maju.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!