Investasi Rp30 Miliar, Perusahaan Ini Dukung Pengurangan Impor Alkes
Senin, 10 Oktober 2022 - 14:10 WIB
"Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita semua untuk bisa memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan secara mandiri. idsMED siap ikut menyukseskan target tersebut karena bagaimanapun produk alat kesehatan merupakan salah satu kebutuhan esensial dan dapat menjamin ketahanan nasional," ungkap Ramli di sela-sela peresmian pabrik masker di Kawasan Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Senin (10/10/2022).
Pabrik masker dengan nilai investasi kurang lebih Rp30 miliar diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes), Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia.
Ramli menyebut kebijakan substitusi impor memberikan kesempatan bagi industri dalam negeri untuk tumbuh berkembang dan meningkatkan daya saing sehingga mampu bertarung di persaingan global. Ramli berharap, pemerintah dapat terus mendorong promosi alkes buatan dalam negeri serta meningkatkan kesadaran penggunaan alkes dalam negeri, khususnya bagi rumah sakit, klinik, dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya.
Menurutnya, dengan terbukanya jalur pemasaran, maka ekosistem alat kesehatan nasional akan terbentuk. Produsen komponen, bahan baku, sarana pengujian dan lain-lain juga akan terbentuk seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk alat kesehatan dalam negeri.
Sementara itu, Ramli menerangkan bahwa masker yang diproduksi idsMED merupakan respirator N95 surgical. Masker tersebut adalah respirator N95 surgical pertama dan merupakan satu-satunya yang memiliki aktivitas anti viral dengan fungsi menonaktifkan patogen.
Pabrik masker dengan nilai investasi kurang lebih Rp30 miliar diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes), Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia.
Ramli menyebut kebijakan substitusi impor memberikan kesempatan bagi industri dalam negeri untuk tumbuh berkembang dan meningkatkan daya saing sehingga mampu bertarung di persaingan global. Ramli berharap, pemerintah dapat terus mendorong promosi alkes buatan dalam negeri serta meningkatkan kesadaran penggunaan alkes dalam negeri, khususnya bagi rumah sakit, klinik, dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya.
Menurutnya, dengan terbukanya jalur pemasaran, maka ekosistem alat kesehatan nasional akan terbentuk. Produsen komponen, bahan baku, sarana pengujian dan lain-lain juga akan terbentuk seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk alat kesehatan dalam negeri.
Sementara itu, Ramli menerangkan bahwa masker yang diproduksi idsMED merupakan respirator N95 surgical. Masker tersebut adalah respirator N95 surgical pertama dan merupakan satu-satunya yang memiliki aktivitas anti viral dengan fungsi menonaktifkan patogen.
Lihat Juga :