Kelaparan Melonjak, 3,1 Miliar Orang Tak Bisa Beli Makan
Minggu, 16 Oktober 2022 - 14:18 WIB
FAO menyebutkan miliaran orang tidak bisa membeli makanan karena lonjakan harga. FOTO/REUTERS
JAKARTA - Badan Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) menyebutkan ada 3,1 miliar orang terancam tidak bisa membeli makanan karena lonjakan harga pangan.
Perwakilan FAO Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan kenaikan harga pangan yang disebabkan tingginya harga pupuk hingga konflik geopolitik membuat kerawanan pangan mengancam negara-negara berkembang. Bahkan saat ini setidaknya masih ada sekitar 3,1 miliar orang di seluruh dunia tidak mampu membeli makanan yang sehat dan kelaparan terus meningkat.
"Ini mempengaruhi 828 juta orang pada tahun 2021 meningkat sekitar 46 juta orang sejak 2020 dan 150 juta sejak 2019," kata Rajendra, dalam pernyataan resminya, Minggu (16/10/2022).
Baca Juga: PBB: Krisis Global Sebabkan Kelaparan di Seluruh Afrika
Hanya dalam dua tahun, jumlah orang yang rawan pangan telah meningkat dari 135 juta pada 2019 menjadi 193 juta pada 2021, dan pada 2022 kemungkinan akan terbukti lebih buruk. Pada 2022 diperkirakan FAO terdapat sekitar 970.000 orang akan hidup dalam kondisi kelaparan di lima negara, seperti Afghanistan, Ethiopia, Somalia, Sudan Selatan dan Yaman, sepuluh kali lebih banyak dari enam tahun lalu.
"Kenaikan harga pangan mempengaruhi kita semua, tetapi dampaknya paling dirasakan oleh mereka yang rentan dan oleh negara-negara yang sudah mengalami krisis pangan," kata Rajendra.
Perwakilan FAO Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan kenaikan harga pangan yang disebabkan tingginya harga pupuk hingga konflik geopolitik membuat kerawanan pangan mengancam negara-negara berkembang. Bahkan saat ini setidaknya masih ada sekitar 3,1 miliar orang di seluruh dunia tidak mampu membeli makanan yang sehat dan kelaparan terus meningkat.
"Ini mempengaruhi 828 juta orang pada tahun 2021 meningkat sekitar 46 juta orang sejak 2020 dan 150 juta sejak 2019," kata Rajendra, dalam pernyataan resminya, Minggu (16/10/2022).
Baca Juga: PBB: Krisis Global Sebabkan Kelaparan di Seluruh Afrika
Hanya dalam dua tahun, jumlah orang yang rawan pangan telah meningkat dari 135 juta pada 2019 menjadi 193 juta pada 2021, dan pada 2022 kemungkinan akan terbukti lebih buruk. Pada 2022 diperkirakan FAO terdapat sekitar 970.000 orang akan hidup dalam kondisi kelaparan di lima negara, seperti Afghanistan, Ethiopia, Somalia, Sudan Selatan dan Yaman, sepuluh kali lebih banyak dari enam tahun lalu.
"Kenaikan harga pangan mempengaruhi kita semua, tetapi dampaknya paling dirasakan oleh mereka yang rentan dan oleh negara-negara yang sudah mengalami krisis pangan," kata Rajendra.
Lihat Juga :