OPEC+ Bikin Harga Minyak Kembali Mendidih, RI Untung Apa Buntung?
Senin, 17 Oktober 2022 - 19:26 WIB
Langkah OPEC+ memangkas produksi minyak diyakini akan mengerrk harga minyak dunia sehingga menguntungkan industri hulu migas. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan dampak positif pemangkasan produksi negara-negara anggota OPEC+ hingga 2 juta barel per hari (bph). Langkah OPEC+ diyakini akan kembali menaikkan harga minyak dunia sehingga menguntungkan industri hulu migas.
"Tentu buat industri hulu migas di Indonesia bagus, karena dengan demikian motivasi investasi lebih baik, keekonomian lebih bagus," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat ditemui di SKK Migas, di Jakarta, Senin (17/10/2022).
Baca Juga: Ada Huru-hara OPEC+, Harga Bensin dan Sembako Ikut Was-was
Dwi memproyeksikan harga minyak seharusnya sudah turun ke USD80-USD90 per barel, tapi negara-negara penghasil minyak tersebut kemudian melakukan pemangkasan produksi. Hal tersebut positif sebagai alternatif memperbaiki iklim investasi di Indonesia. "Itu bisa jadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menarik potensi investasi di sektor hulu migas," kata dia.
"Tentu buat industri hulu migas di Indonesia bagus, karena dengan demikian motivasi investasi lebih baik, keekonomian lebih bagus," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat ditemui di SKK Migas, di Jakarta, Senin (17/10/2022).
Baca Juga: Ada Huru-hara OPEC+, Harga Bensin dan Sembako Ikut Was-was
Dwi memproyeksikan harga minyak seharusnya sudah turun ke USD80-USD90 per barel, tapi negara-negara penghasil minyak tersebut kemudian melakukan pemangkasan produksi. Hal tersebut positif sebagai alternatif memperbaiki iklim investasi di Indonesia. "Itu bisa jadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menarik potensi investasi di sektor hulu migas," kata dia.
Lihat Juga :