Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:30 WIB
loading...
Prediksi Ngeri Goldman...
Harga minyak mentah dunia jenis Brent diproyeksikan bisa meroket liar hingga melampaui USD120 per barel pada kuartal keempat 2026. Foto/Dok, Ist
A A A
JAKARTA - Raksasa perbankan Wall Street, Goldman Sachs merilis peringatan terbaru bagi pasar finansial global. Harga minyak mentah dunia jenis Brent diproyeksikan bisa meroket liar hingga melampaui USD120 per barel pada kuartal keempat 2026 jika gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz terus berlanjut tanpa kepastian.

Kepanikan pasar energi kembali tereskalasi sepanjang bulan ini setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Situasi kian diperparah oleh ancaman kelompok milisi Houthi di Yaman yang berniat memblokade pengiriman minyak dari Arab Saudi melalui jalur Laut Merah.

Baca Juga: Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026

Padahal, rute Laut Merah selama ini menjadi jalur alternatif paling krusial untuk mengalirkan kargo minyak mentah Teluk Persia yang terdampak perang menuju para konsumen global.

Proyeksi Skenario Normal vs Terburuk

Dalam laporan riset tertanggal 20 Juli, tim analis Goldman Sachs yang dipimpin oleh Daan Struyven memaparkan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah memangkas estimasi aliran minyak Teluk Persia hingga di bawah 45% dari level sebelum perang.



Meski demikian, angka USD120 per barel bukanlah skenario dasar (base case) utama dari bank investasi tersebut. Goldman Sachs masih memprediksi harga minyak akan melandai jika de-eskalasi berhasil diwujudkan.

"Konflik di Timur Tengah dan penurunan estimasi aliran minyak Teluk Persia hingga di bawah 45% dari level pra-perang telah mendorong harga minyak kembali naik. Walau skenario dasar kami menempatkan Brent di USD80 per barel pada kuartal IV dan USD75 pada tahun depan dengan asumsi de-eskalasi, risiko terhadap proyeksi ini sangat condong ke arah atas (tilted to the upside)," tulis Struyven.

Stok Menipis di Tengah Melambatnya Permintaan China

Goldman Sachs mencatat bahwa penurunan persediaan minyak global (inventories) pada kuartal kedua membuat pasar energi makin rentan terhadap kejutan pasokan (supply shock). Namun ada dua faktor penyeimbang yang berpotensi menahan agar kenaikan harga tidak terlalu ekstrem.

Baca Juga: Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?

Pertama yakni penurunan impor China, dimana anjloknya volume impor minyak mentah oleh raksasa ekonomi Asia. Lalu elastisitas permintaan saat respons konsumen global yang cenderung menekan konsumsi BBM saat harga mulai tak terjangkau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Rekomendasi
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved