Harga Pelaksanaan Rights Issue IATA Rp180, Targetkan Dana Rp2,67 T

Selasa, 18 Oktober 2022 - 08:37 WIB
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) akan memulai pelaksanaan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) telah mendapatkan lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue.

Mengutip siaran pers IATA pada Senin (17/10), emiten akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 14,8 miliar saham Seri B yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp180 dengan rasio 10:13 (10 Saham yang dimiliki berhak untuk mendapatkan 13 HMETD). Dengan demikian, Rights Issue ini bernilai sebanyak-banyaknya Rp2,67 triliun.



“Setelah dilaksanakannya Rights Issue ini, IATA akan dimiliki langsung oleh PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT),” ujar Head of Investor Relations PT MNC Energy Investments Tbk Natassha Yunita, dikutip Selasa (18/10/2022).

Selain itu, lanjutnya, Perseroan akan memberikan tambahan hak dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.968.111.149 Waran Seri I, di mana setiap lima saham hasil pelaksanaan HMETD melekat 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp210.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!