Angin Segar Industri Angkutan Udara, DPR Minta Kawal Terus
Selasa, 07 Juli 2020 - 06:25 WIB
"Peningkatan ini masih belum signifikan. Kami contohkan, data traffic movement pada Mei 2019 adalah sebanyak 162.426 pergerakan dan untuk Juni 2019 sebanyak 169.248 pergerakan,” ungkap Pramintohadi.
AirNav Indonesia melayani total 657.554 pergerakan pesawat udara sampai dengan kuartal kedua 2020. Sedangkan pada kuartal kedua 2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara. “Pergerakan pesawat udara pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal, penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19,” paparnya.
Anggota DPR Komisi V, Andi Iwan Dharmawan Aras mengatakan, sektor penerbangan memiliki peran besar dalam melihat pertumbuhan ekonomi ke depan. Karena itu, sektor ini harus konsisten dikawal disamping karena sifatnya yang padat modal dan padat karya. “Kami minta supaya dikawal terus,” ujarnya. (Lihat videonya: Mempelai pria Berikan Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air saat Ijab Kabul)
Peran serta banyak pihak sangat diperlukan mengingat banyaknya pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Dibutuhkan komunikasi untuk menghindari adanya mispersepsi diantara penumpang dan calon penumpang itu sendiri. “Sosialisasi terus menerus diperlukan. Karenanya jangan sampai ada yang menimbulkan kebingungan di lapangan,” pungkasnya. (Ichsan Amin)
AirNav Indonesia melayani total 657.554 pergerakan pesawat udara sampai dengan kuartal kedua 2020. Sedangkan pada kuartal kedua 2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara. “Pergerakan pesawat udara pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal, penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi Covid-19,” paparnya.
Anggota DPR Komisi V, Andi Iwan Dharmawan Aras mengatakan, sektor penerbangan memiliki peran besar dalam melihat pertumbuhan ekonomi ke depan. Karena itu, sektor ini harus konsisten dikawal disamping karena sifatnya yang padat modal dan padat karya. “Kami minta supaya dikawal terus,” ujarnya. (Lihat videonya: Mempelai pria Berikan Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air saat Ijab Kabul)
Peran serta banyak pihak sangat diperlukan mengingat banyaknya pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Dibutuhkan komunikasi untuk menghindari adanya mispersepsi diantara penumpang dan calon penumpang itu sendiri. “Sosialisasi terus menerus diperlukan. Karenanya jangan sampai ada yang menimbulkan kebingungan di lapangan,” pungkasnya. (Ichsan Amin)
(ysw)
Lihat Juga :