Angin Segar Industri Angkutan Udara, DPR Minta Kawal Terus

Selasa, 07 Juli 2020 - 06:25 WIB
Calon penumpang pesawat melakukan tes diagnostik cepat (rapid test) Covid-19 drive thru di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin. Pembukaan gerai rapid test diharapkan mempermudah calon penumpang pesawat untuk mendapatkan surat ketera
JAKARTA - Pemerintah terus bekerja menggairahkan sektor penerbangan yang tumbang akibat pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) , Novie Riyanto mengatakan, pertumbuhan penumpang menggembirakan sejak awal Juni 2020. “Ini sudah bagus, kalau dulu masih 140 pergerakan (pesawat), sekarang sudah di atas 300 pergerakan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jika konsisten dijalankan, pemulihan sektor angkutan udara bisa lebih cepat dari yang diramalkan. Sejumlah hal masih harus dilaksanakan dengan ketat. Diantaranya mengontrol protokol kesehatan sebagaimana tercantum tegas dalam surat edaran. “Kita terus koordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Satuan Gugus Tugas Covid-19, operator bandara, maskapai dan navigasi,” ungkapnya.



Kemenhub meyakini kondisi pemulihan bisa berjalan lebih cepat, meski tidak langsung 100%. “Kami optimistis tren penumpang bisa bertumbuh meski tidak 100%. Setidaknya sampai akhir tahun tingkat keterisian bisa mencapai 60-70%,” ungkapnya. Hal lain yang menambah optimisme tersebut adalah sektor logistik yang masih tumbuh. (Baca: Bandara Kertajati Tetap Beraoperasi Layani Maskapai Penerbangan)

Ketua Umum Indonesian National Air Carrier (INACA), Denon Prawiraatdmadja mengatakan, sektor penerbangan terutama operator penerbangan akan mengalami tantangan besar tahun ini. Namun pemulihan sektor ini bisa berjalan cepat jika ada koordinasi yang kuat diantara para pemangku kepentingan.

“Saat ini berangsur-angsur membaik dibanding dua atau tiga bulan sebelumnya, dimana saat pandemi Covid-19 benar-benar nyaris tidak ada penerbangan,” ujarnya.

Lembaga Penyelenggara Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia telah merilis data pergerakan pesawat yang menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juli 2020. Direktur Utama AirnavIndonesia, M. Pramintohadi Sukarno mengatakan data traffic movement yang dihimpun pada 285 cabang Airnav di Indonesia pada awal Juni 2020 mencapai 51.228 pergerakan. Jumlah peningkatan pergerakan pesawat meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Mei 2020 yang sebanyak 27.433 pergerakan. Meski demikian, pergerakan itu belum sebanyak tahun lalu. (Baca juga: Kalung Anti Corona, Politiuks PKS: Jangan Cari Kesempatan di Dalam Kesempitan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!