Daur Ulang Plastik di Era Ekonomi Sirkular Perlu Komitmen Bersama
Jum'at, 04 November 2022 - 18:30 WIB
Vera menambahkan untuk mengurangi potensi timbulan sampah, pihaknya juga menggunakan kemasan Galon Guna Ulang yang telah digunakan sejak 1983 dengan terus menjaga kualitasnya. "Melalui model bisnis guna ulang ini, saat ini 70 persen bisnis kami telah sepenuhnya sirkular sesuai dengan visi pemerintah dalam mengakselerasi implementasi ekonomi sirkular," tambah Vera.
Hasil studi LPEM FEB UI juga mengungkap bahwa Galon Guna Ulang AQUA telah berkontribusi dalam menekan potensi timbulan sampah hingga 770 ribu ton dan emisi karbon hingga 1,6 juta ton per tahun. Pada kesempatan yang sama, Sustainable Development Program Leader Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Andre Rodrigues de Aquino juga turut menyatakan dukungannya.
Baca Juga: Danone-AQUA Kolaborasi Tumbuhkan Ekonomi Sirkular
Dia menyatakan dukungan Bank Dunia terhadap pencapaian target pemerintah Indonesia dalam menekan jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan melalui penelitian, dukungan teknis dan rekomendasi kebijakan, serta investasi. Peran sektor swasta sangat penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur persampahan di Indonesia.
"Sesuai dengan National Policy Action Partnership Policy Roadmap, penting untuk memperkuat dan mulai mengimplementasikan peraturan mengenai pengurangan, desain ulang, penggunaan ulang, dan daur ulang sampah dari sumbernya di darat untuk mengurangi jumlah sampah yang terlepas ke laut," ujar Andre.
Sebagai rangkaian dari acara tersebut Danone-AQUA juga mengelenggarakan Circularity Tour. Gerakan ini mengajak perwakilan pemangku kepentingan untuk mengunjungi rantai ekosistem pengelolaan sampah di Bali dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam seputar tantangan dan peluang dalam isu pengelolaan sampah serta meningkatkan upaya kolaboratif lintas pemangku kepentingan.
Hasil studi LPEM FEB UI juga mengungkap bahwa Galon Guna Ulang AQUA telah berkontribusi dalam menekan potensi timbulan sampah hingga 770 ribu ton dan emisi karbon hingga 1,6 juta ton per tahun. Pada kesempatan yang sama, Sustainable Development Program Leader Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Andre Rodrigues de Aquino juga turut menyatakan dukungannya.
Baca Juga: Danone-AQUA Kolaborasi Tumbuhkan Ekonomi Sirkular
Dia menyatakan dukungan Bank Dunia terhadap pencapaian target pemerintah Indonesia dalam menekan jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan melalui penelitian, dukungan teknis dan rekomendasi kebijakan, serta investasi. Peran sektor swasta sangat penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur persampahan di Indonesia.
"Sesuai dengan National Policy Action Partnership Policy Roadmap, penting untuk memperkuat dan mulai mengimplementasikan peraturan mengenai pengurangan, desain ulang, penggunaan ulang, dan daur ulang sampah dari sumbernya di darat untuk mengurangi jumlah sampah yang terlepas ke laut," ujar Andre.
Sebagai rangkaian dari acara tersebut Danone-AQUA juga mengelenggarakan Circularity Tour. Gerakan ini mengajak perwakilan pemangku kepentingan untuk mengunjungi rantai ekosistem pengelolaan sampah di Bali dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam seputar tantangan dan peluang dalam isu pengelolaan sampah serta meningkatkan upaya kolaboratif lintas pemangku kepentingan.
(nng)
Lihat Juga :