Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Rabu, 13 Mei 2026 - 14:14 WIB
loading...
Bukan lagi sekadar isu lingkungan biasa, keberadaan sampah plastik di wilayah pesisir telah berubah menjadi ancaman nyata yang mengintai ekosistem dan mata pencaharian masyarakat. Foto/Dok
A
A
A
BANTEN - Bukan lagi sekadar isu lingkungan biasa, keberadaan sampah plastik di wilayah pesisir telah berubah menjadi ancaman nyata yang mengintai ekosistem dan mata pencaharian masyarakat. Dalam upaya menghadirkan solusi tepat guna untuk mengatasinya, Yayasan Lestari Alam Kita (Salaka) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Nestle Indonesia menggelar aksi bersih pantai di Pantai Legon, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Selain itu ada juga pengolahan sampah plastik tak bernilai ekonomi menjadi berbagai produk bernilai tambah pada Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan pelajar, komunitas lingkungan, akademisi, hingga pemerintah daerah untuk membersihkan sampah plastik di kawasan pesisir.
Direktur Yayasan Salaka, Hendrawan Syafrie mengatakan, aksi tersebut menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir. “Pantai dan laut bukan hanya sumber kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga aset lingkungan yang harus dijaga bersama,” kata Hendrawan.
Baca Juga: Perkuat Komitmen Perusahaan Mendaur Ulang Sampah Plastik
Setelah aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan transfer teknologi pengelolaan sampah plastik. Sampah yang telah dipilah diolah menjadi produk bernilai guna seperti paving blok dan jam dinding.
Selain itu ada juga pengolahan sampah plastik tak bernilai ekonomi menjadi berbagai produk bernilai tambah pada Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan pelajar, komunitas lingkungan, akademisi, hingga pemerintah daerah untuk membersihkan sampah plastik di kawasan pesisir.
Direktur Yayasan Salaka, Hendrawan Syafrie mengatakan, aksi tersebut menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir. “Pantai dan laut bukan hanya sumber kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga aset lingkungan yang harus dijaga bersama,” kata Hendrawan.
Baca Juga: Perkuat Komitmen Perusahaan Mendaur Ulang Sampah Plastik
Setelah aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan transfer teknologi pengelolaan sampah plastik. Sampah yang telah dipilah diolah menjadi produk bernilai guna seperti paving blok dan jam dinding.

Lihat Juga :