Soal Kerugian Maskapai Imbas Covid-19, Menhub: Saya Enggak Tega Ngomongnya
Senin, 27 April 2020 - 20:49 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui dari sektor transportasi, maskapai merupakan yang paling terdampak sehingga menelan kerugian imbas imbas dari pandemi corona. Foto/Okezone
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat tidak semua sektor transportasi mengalami kerugian. Lebih lanjut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sektor yang bakal mengalami banyak kerugian adalah maskapai udara.
Hal ini seiring implementasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Pelarangan Mudik Lebaran 1441 Hijriah. Ditambah sebelumnya telah diterapkan PSBB yang membuat penurunan jumlah penumpang secara signifikan.
"Tidak ada penurunan jumlah angkutan kecuali udara. Ya ada penurunan occupancy, tapi darat dan kereta api masih naik 15%. Laut kapasitasnya sama turun 20% . Angkutan udara kapasitasnya sama turunnya agak banyaklah, tanya sendiri saya enggak tega ngomongnya,” kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Senin (27/4/2020)
Dia pun melanjutkan khusus untuk Bali ada sekitar 100 penerbangan ke Bali dan sekarang nyaris tidak ada. Selain penumpang, angkutan kargo udara juga terhenti yang membuat biaya logistik menjadi sangat mahal karena tidak ada penerbangan.
Hal ini seiring implementasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Pelarangan Mudik Lebaran 1441 Hijriah. Ditambah sebelumnya telah diterapkan PSBB yang membuat penurunan jumlah penumpang secara signifikan.
"Tidak ada penurunan jumlah angkutan kecuali udara. Ya ada penurunan occupancy, tapi darat dan kereta api masih naik 15%. Laut kapasitasnya sama turun 20% . Angkutan udara kapasitasnya sama turunnya agak banyaklah, tanya sendiri saya enggak tega ngomongnya,” kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Senin (27/4/2020)
Dia pun melanjutkan khusus untuk Bali ada sekitar 100 penerbangan ke Bali dan sekarang nyaris tidak ada. Selain penumpang, angkutan kargo udara juga terhenti yang membuat biaya logistik menjadi sangat mahal karena tidak ada penerbangan.
Lihat Juga :