Geliat Pay Later Dalam Menghadapi Isu Resesi 2023

Jum'at, 11 November 2022 - 11:19 WIB
Beberapa waktu lalu, pemerintah juga telah mengatakan bahwa pemulihan ekonomi saat ini tidak hanya didorong oleh tingginya daya konsumtif masyarakat, namun juga oleh peningkatan angka edukasi dan literasi keuangan yang telah dilakukan oleh sejumlah pihak yang bergerak di industri ini.

(Baca juga:Wuling Pay Later Inovasi yang Memudahkan Memiliki Almaz Series)

Masifnya edukasi akan layanan digital, kata Winardi, membuat masyarakat semakin paham akan opsi layanan keuangan yang mereka butuhkan dan mendorong besarnya angka transaksi dan permintaan di pasar keuangan. “Layanan pay later menjadi salah satu opsi terbaik yang dapat dinikmati masyarakat di era sekarang ini,” kata Winardi.

Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh industri pay later, lanjut Winardi, memungkinkan masyarakat untuk dapat tetap berinvestasi di tengah memenuhi berbagai kebutuhan bulanannya. “Hal ini dapat direalisasikan dengan memanfaatkan layanan pay later yang memungkinkan masyarakat untuk mengontrol nominal pembayaran bulanan atas transaksi yang mereka lakukan tiap bulannya,” kata Winardi.

Dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, ditambah dengan edukasi yang tepat, Winardi yakin bahwa dengan adanya alternatif pembayaran BNPL (buy now, pay later) dapat membuat Indonesia tidak masuk ke dalam jurang resesi karena turunnya daya beli masyarakat.

(Baca juga:Mendadak Sultan!, Ketika SPIN PAY & RCTI+ Berkolaborasi)

Di sisi lain, layanan BNPL terbukti dapat membantu para pelaku usaha dalam menaikan angka pembelian rata-rata (average basket size) pembeli sebesar 30% berdasarkan survey yang dilakukan bersama dengan ratusan merchant Atome.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!