Inalum dan EGA Sepakati Kerja Sama Potensi Penggunaan Teknologi Alumunium Brownfield di Indonesia

Selasa, 15 November 2022 - 09:19 WIB
EGA sendiri telah mengembangkan teknologi peleburannya di UEA selama lebih dari 30 tahun, dan merupakan perusahaan industri UEA pertama yang melisensikan teknologi proses intinya secara internasional dalam kesepakatan dengan Aluminium Bahrain pada 2016.

Persyaratan EGA untuk investasi atau pengambilan logam adalah bahwa proyek yang diprioritaskan menggunakan energi terbarukan. Pabrik peleburan aluminium Kuala Tanjung yang ada saat ini menggunakan listrik yang dibangkitkan dengan tenaga air.

Proyek perluasan ini diharapkan memiliki kapasitas lebih dari 400 ribu ton aluminium per tahun, tergantung dari hasil studi kelayakan bankable yang kini akan dibiayai bersama oleh EGA dan Inalum.

“Perjanjian ini merupakan langkah maju yang penting dalam kerja sama kami dengan Inalum, dan mendekatkan penyebaran teknologi yang dikembangkan UEA di Indonesia,” kata Abdulnasser bin Kalban.

Dia mengatakan investasi potensial dalam perluasan brownfield Kuala Tanjung, dan penjualan logam, akan memajukan pertumbuhan dalam aluminium rendah karbon yang akan memungkinkan kehidupan modern di seluruh dunia sekaligus melindungi bumi untuk generasi mendatang.

“Saya berterima kasih kepada Inalum atas kepercayaan mereka yang berkelanjutan pada EGA sejalan dengan kemitraan antara kedua negara kita,” ucap Kalban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!