Susul Meta dan Twitter, Amazon Bakal PHK 10.000 Karyawan Mulai Minggu Ini
Selasa, 15 November 2022 - 09:31 WIB
Amazon dilaporkan akan mengurangi sekitar 10.000 karyawan mulai minggu ini. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Amazon berencana memberhentikan sekitar 10.000 karyawan mulai minggu ini, menurut laporan dari The New York Times. Secara terpisah, The Wall Street Journal juga mengutip sumber yang mengatakan bahwa perusahaan berencana memberhentikan ribuan karyawan.
Mengutip laporan yang dilansir CNBC, Selasa (15/11/2022) itu, pemangkasan jumlah karyawan tersebut akan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan dan terutama akan berdampak pada organisasi perangkat, divisi ritel, dan sumber daya manusia Amazon. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilaporkan akan mewakili kurang dari 1% tenaga kerja global Amazon dan 3% karyawan korporatnya.
Baca Juga: Dilanda Banjir PHK, Berikut Profil Raksasa Marketplace Amazon
Langkah Amazaon itu menyusul pengurangan jumlah karyawan yang telah dilakukan perusahaan teknologi lainnya, antraa lain Meta yang minggu lalu mengumumnkan bahwa mereka memberhentikan lebih dari 13% stafnya, atau lebih dari 11.000 karyawan, dan Twitter yang memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya setelah akuisisi perusahaan oleh Elon Musk senilai USD44 miliar.
Amazon melaporkan 798.000 karyawan pada akhir 2019 tetapi memiliki 1,6 juta karyawan penuh dan paruh waktu per 31 Desember 2021, meningkat 102%. The New York Times mengatakan jumlah PHK "tetap berubah-ubah" dan dapat berubah.
Musim belanja liburan sangat penting bagi Amazon, dan biasanya, saat perusahaan meningkatkan jumlah karyawannya untuk memenuhi permintaan. Tetapi Andy Jassy, yang mengambil alih sebagai CEO pada Juli 2021, telah melakukan pemotongan biaya untuk menghemat uang saat perusahaan menghadapi penjualan yang melambat dan ekonomi global yang suram.
Mengutip laporan yang dilansir CNBC, Selasa (15/11/2022) itu, pemangkasan jumlah karyawan tersebut akan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan dan terutama akan berdampak pada organisasi perangkat, divisi ritel, dan sumber daya manusia Amazon. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilaporkan akan mewakili kurang dari 1% tenaga kerja global Amazon dan 3% karyawan korporatnya.
Baca Juga: Dilanda Banjir PHK, Berikut Profil Raksasa Marketplace Amazon
Langkah Amazaon itu menyusul pengurangan jumlah karyawan yang telah dilakukan perusahaan teknologi lainnya, antraa lain Meta yang minggu lalu mengumumnkan bahwa mereka memberhentikan lebih dari 13% stafnya, atau lebih dari 11.000 karyawan, dan Twitter yang memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya setelah akuisisi perusahaan oleh Elon Musk senilai USD44 miliar.
Amazon melaporkan 798.000 karyawan pada akhir 2019 tetapi memiliki 1,6 juta karyawan penuh dan paruh waktu per 31 Desember 2021, meningkat 102%. The New York Times mengatakan jumlah PHK "tetap berubah-ubah" dan dapat berubah.
Musim belanja liburan sangat penting bagi Amazon, dan biasanya, saat perusahaan meningkatkan jumlah karyawannya untuk memenuhi permintaan. Tetapi Andy Jassy, yang mengambil alih sebagai CEO pada Juli 2021, telah melakukan pemotongan biaya untuk menghemat uang saat perusahaan menghadapi penjualan yang melambat dan ekonomi global yang suram.
Lihat Juga :