Saat Perbankan Terdampak Suku Bunga Acuan, Masih Ada Saham yang Janjikan Cuan
Jum'at, 18 November 2022 - 10:50 WIB
Sektor perbankan akan terdampak kenaikan bunga acuan. Foto/Dok
JAKARTA - Bank Indonesia ( BI ) menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya secara berturut turut. Pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI November ini, suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) naik 50 basis points (bps) ke level 5,25% dari bulan lalu dan suku bunga deposit facility menjadi 4,50%, serta suku bunga lending facility pada level 6%.
Baca juga: Kenaikan Suku Bunga jadi Sentimen Positif, IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat
President Director CSA Institute Aria Santoso mengatakan, kenaikan suku bunga jelas memberikan dampak bagi perbankan. Kenaikan suku bunga langsung memengaruhi suku bunga pinjaman dan berpotensi meningkatkan kredit macet.
"Kalau kredit macet itu berhubungan dengan kemampuan (nasabah membayar utang) ke bank. Sebenarnya (nasabah) mengetahui risiko itu apalagi mereka yang masuk ke floating ya. Nah apakah kredit macet ini juga berpengaruh ke aktivitas mereka yang meminjam, kalau yang terdampak ya agak kesulitan karena kenaikannya terlalu cepat dalam waktu yang singkat," jelas Aria dalam Market Buzz Power Breakfast IDX, Jumat (18/11/2022).
Baca juga: Kenaikan Suku Bunga jadi Sentimen Positif, IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat
President Director CSA Institute Aria Santoso mengatakan, kenaikan suku bunga jelas memberikan dampak bagi perbankan. Kenaikan suku bunga langsung memengaruhi suku bunga pinjaman dan berpotensi meningkatkan kredit macet.
"Kalau kredit macet itu berhubungan dengan kemampuan (nasabah membayar utang) ke bank. Sebenarnya (nasabah) mengetahui risiko itu apalagi mereka yang masuk ke floating ya. Nah apakah kredit macet ini juga berpengaruh ke aktivitas mereka yang meminjam, kalau yang terdampak ya agak kesulitan karena kenaikannya terlalu cepat dalam waktu yang singkat," jelas Aria dalam Market Buzz Power Breakfast IDX, Jumat (18/11/2022).
Lihat Juga :