MotionTrade: 3 Jenis Grafik Saham yang Harus Diketahui Investor Saham
Senin, 21 November 2022 - 11:05 WIB
Baca Juga: Tips MotionTrade: Memilih Investasi di Tengah Fluktuasi Ekonomi
Line chart cocok digunakan untuk pemula yang baru memulai trading saham atau investor jangka panjang untuk melihat sekilas bagaimana tren pergerakan saham saat ini. Cara membaca grafik line chart sangat mudah, cukup tentukan rentang waktu interval pergerakan harga saham yang ingin dilihat, lalu simpulkan apakah harga saham tersebut sedang naik, bergerak terbatas, atau menurun.
2. Bar Chart
Bar chart adalah grafik berbentuk batang yang menampilkan informasi lengkap mengenai harga saham, mulai dari harga pembukaan (opening price), harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan (closing price).
Warna hijau pada grafik jenis ini menandakan harga saham penutupan (closing price) pada interval waktu tertentu lebih tinggi dari harga pembukaan (opening price), sedangkan warna merah menunjukkan bahwa harga saham penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.
3. Candlestick Chart
Grafik saham lilin atau candlestick chart merupakan jenis grafik yang paling sering digunakan untuk menganalisis saham. Candlestick chart juga memiliki 2 (dua) warna yaitu hijau untuk menunjukkan harga saham yang sedang naik dan merah untuk menunjukkan harga saham mengalami penurunan. Grafik ini menyerupai lilin yang terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu:
Line chart cocok digunakan untuk pemula yang baru memulai trading saham atau investor jangka panjang untuk melihat sekilas bagaimana tren pergerakan saham saat ini. Cara membaca grafik line chart sangat mudah, cukup tentukan rentang waktu interval pergerakan harga saham yang ingin dilihat, lalu simpulkan apakah harga saham tersebut sedang naik, bergerak terbatas, atau menurun.
2. Bar Chart
Bar chart adalah grafik berbentuk batang yang menampilkan informasi lengkap mengenai harga saham, mulai dari harga pembukaan (opening price), harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan (closing price).
Warna hijau pada grafik jenis ini menandakan harga saham penutupan (closing price) pada interval waktu tertentu lebih tinggi dari harga pembukaan (opening price), sedangkan warna merah menunjukkan bahwa harga saham penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.
3. Candlestick Chart
Grafik saham lilin atau candlestick chart merupakan jenis grafik yang paling sering digunakan untuk menganalisis saham. Candlestick chart juga memiliki 2 (dua) warna yaitu hijau untuk menunjukkan harga saham yang sedang naik dan merah untuk menunjukkan harga saham mengalami penurunan. Grafik ini menyerupai lilin yang terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu:
Lihat Juga :