Wall Street Berakhir Loyo Imbas Kekhawatiran Pembatasan Covid-19 di China
Selasa, 22 November 2022 - 07:12 WIB
Volume perdagangan rendah pada hari Senin, dan kemungkinan akan berkurang menjelang liburan Thanksgiving pada hari Kamis, membuat pasar lebih rentan terhadap volatilitas. Volume di bursa AS tercatat mencapai 9,43 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,88 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
"Jika Anda ingin menyalahkan sedikit profit taking pada beberapa kekhawatiran lonjakan kasus COVID, tidak apa-apa," kata Jack Janasiewicz, pemimpin strategi portofolio dan manajer portofolio di Natixis Investment Managers Solutions.
"Ini menjadi sangat rumit karena volume," lanjutnya.
Baca Juga: Covid di China Melesat, Wall Street Dibuka Tenggelam
Saham memangkas kerugian di sore hari setelah Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly berkomentar bahwa para pejabat perlu berhati-hati untuk menghindari "penurunan yang menyakitkan."
Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menggemakan Daly, dimana Ia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember.
Indeks sektor energi S&P 500 (.SPNY) turun hampir 3% pada hari Senin ke level terendah dalam empat minggu karena harga minyak jatuh lebih dari 5% usai laporan bahwa Arab Saudi dan produsen minyak OPEC lainnya sedang mendiskusikan peningkatan produksi.
"Jika Anda ingin menyalahkan sedikit profit taking pada beberapa kekhawatiran lonjakan kasus COVID, tidak apa-apa," kata Jack Janasiewicz, pemimpin strategi portofolio dan manajer portofolio di Natixis Investment Managers Solutions.
"Ini menjadi sangat rumit karena volume," lanjutnya.
Baca Juga: Covid di China Melesat, Wall Street Dibuka Tenggelam
Saham memangkas kerugian di sore hari setelah Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly berkomentar bahwa para pejabat perlu berhati-hati untuk menghindari "penurunan yang menyakitkan."
Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menggemakan Daly, dimana Ia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan Desember.
Indeks sektor energi S&P 500 (.SPNY) turun hampir 3% pada hari Senin ke level terendah dalam empat minggu karena harga minyak jatuh lebih dari 5% usai laporan bahwa Arab Saudi dan produsen minyak OPEC lainnya sedang mendiskusikan peningkatan produksi.
Lihat Juga :