Dapat Izin Impor 500.000 Ton Beras hingga Akhir Tahun, Bulog Sanggupi 200.000

Rabu, 07 Desember 2022 - 21:58 WIB
"Sisanya kita lihat situasi, kalau Januari, Februari belum ada panen, situasinya memerlukan itu harus disuplai dari luar, nggak ada masalah. BPS Maret (panen), data BPS dong, nggak bisa ngarang-ngarang, toh kalo kita impor Januari-Februari lah, gitu loh. Itu tambahan sesuai keputusan rakortas," tuturnya.

Sebelumnya, keputusan pemerintah mengimpor 500.000 ton beras ditembuh menyusul serapan beras dari dalam negeri tidak lagi tersedia. Sementara, Bulog harus menyediakan kebutuhan komoditas primer bagi masyarakat untuk jangka waktu tertentu.

Baca juga: Beri Restu Impor 500 Ribu Ton Beras, Ini Penjelasan Mendag Zulhas

BUMN Pangan itu pun ditugaskan menyerap 1,2 juta ton beras. Hanya saja, serapan dalam negeri tidak mencukupi karena sejumlah permasalahan.

"Kita upayakan dalam negeri, karena cadangan kita akhir tanpa supply masuk penyerapan itu hanya tinggal 300.000 itu sangat rawan. Karena kita ditugaskan minimal, kalo 300.000 berarti kurang 700.000 kan. Nah kalo 700.000 itu umpama bisa dapat 500.000 di dalam, masih ada sisa 200.000, untuk memenuhi itu. Jadi 200.000 haru kita datangkan," urai Buwas.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!