Bursa Saham Ambruk Selama Sepekan, Analis Tuding Asing Jadi Penyebab

Jum'at, 09 Desember 2022 - 11:16 WIB
“Sehingga mendekati akhir tahun, ketika investor asing perlu melakukan profit taking, maka mereka harus lakukan dari pasar Indonesia,” kata Rizky dalam Market Buzz IDX Channel, Jumat (9/12/2022).

Selanjutnya, yang juga menjadi sentimen turunnya IHSG yakni datang dari sektor teknologi yang terdampak oleh kenaikan tingkat suku bunga acuan oleh The Fed dan Bank Indonesia. Peningkatan suku bunga yang agresif disebut berdampak negatif pada emiten-emiten sektor teknologi, yang juga berpengaruh pada tertekannya harga saham.

“Dan ada juga saham teknologi yang besar yang locked up periode investor lamanya sudah berakhir di 1 Desember yang lalu, sehingga terjadi selling flow yang cukup besar dan ini menekan harga sahamnya, dan berdampak pada performa indeks secara keseluruhan,” ungkapnya.

Baca juga: Tengkorak Kepala T-Rex Dilelang, Harga Diperkirakan Tembus Rp311 Miliar

Namun demikian, Rizky menilai bahwa secara fundamental dan valuasi, pasar saham dalam negeri masih cukup solid dan sangat menarik di mata investor asing. Menurutnya, pelemahan IHSG saat ini hanya bersifat temporal dan akan kembali menunjukkan kinerja terbaiknya di tahun 2023.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!