Bicara Ahlak, Erick Thohir Minta Pimpinan BUMN Belajar dari Petugas Kebersihan KRL

Senin, 13 Juli 2020 - 13:01 WIB
(Baca Juga: Bukan yang Pertama, Begini Cerita Petugas Kebersihan yang Temukan Uang Rp500 Juta di KRL)

Ahlak, lanjut Erick, harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan. Semuanya akan hambar dan tak ada artinya jika tidak dilandasi oleh akhlak itu sendiri.

"Karena tanggung jawab dan yang terpenting apa yang kita sepakati bersama bahwa apa yang kita lakukan tak ada artinya kalau tidak didasari oleh akhlak. Karena itu, kemarin ketika beritanya ada di mana-mana, saya rasa ini poin yang sangat bagus, kebetulan kami di BUMN juga punya prinsip bahwa akhlak menjadi landasan utama," ujarnya.

Dia juga mengatakan, sikap disiplin dapat menjadi kunci bagi indonesia untuk keluar dari persoalan Covid-19. Di mana masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dirumuskan pemerintah. "Karena kunci ya tadi, untuk melawan Covid-19 ini, ya kita harus disiplin dan ini harus kita jaga. Dan kemarin saya bilang juga sebelumnya kita terus mengobati, suksesnya kita melawan Covid kalau masyarakat itu disiplin dan berpartisipasi untuk menangani itu semua. Dan Insya Allah apa yang diberikan (contoh) oleh mas Egi dan Mujani menginspirasi generasi muda kita," tegasnya.

Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta Mujenih dan Petugas Pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor. Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!