Krisis Covid-19, Pemerintah Dipaksa Penuhi Kebutuhan Rakyat dari Produk Lokal

Senin, 13 Juli 2020 - 17:46 WIB
Krisis Covid-19 dituntut optimalisasi produksi dalam negeri. Foto/Dok/Ilustrasi.
JAKARTA - Pandemi Covid-19 melahirkan adanya fenomena disrupsi globalisasi , bahkan lebih tajam lagi adanya deglobalisasi. Sebagian besar negara akan merespons dengan mengadopsi kebijakan yang lebih proteksionis untuk melindungi pasar domestik dari gangguan global.

Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didin S. Damanhuri mengatakan, para pembuat kebijakan dan pebisnis perlu memikirkan kembali deglobalisasi yang disebabkan pandemi Covid-19. "Negara-negara dipaksa untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya dari kapasitas produk domestik. Semua mengarah pada reorientasi pasar domestik," ujarnya di Jakarta, Senin (13/7/2020).



Baca Juga: Sri Mulyani: Indonesia Beruntung Belum Resesi Ekonomi

Dia melanjutkan, tren deglobalisasi juga memperbaiki format pembangunan setiap negara agar lebih berkeadilan. Bahkan pandemi Covid-19 ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk keluar dari ketergantungan impor. Apalagi, hampir aktivitas ekspor dan impor tidak berjalan dengan baik dan tidak banyak alternatif kerja sama dengan negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!