Erick Thohir Buka Suara Soal Aksi Jual Saham Garuda: Jangan Kaget Kalau Nanti Mengudara
Kamis, 19 Januari 2023 - 21:24 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir menanggapi soal aksi jual saham Garuda Indonesia. FOTO/dok.Kementerian BUMN
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara terkait penjualan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dipicu oleh aksi jual kreditur.
Hal tersebut membuat saham GIAA merosot sejak suspensi dibuka 3 Januari 2022.
"Nggak apa-apa, ya namanya orang kan mencari risiko bisnisnya masing-masing. Jadi kalau para kreditur menjual ya nggak apa-apa, itu opsinya dia," kata Erick, saat ditemui di acara Investor Appreciation Night & Market Outlook 2022 Sinarmas Asset Management, di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Purwono Widodo sebagai Dirut Krakatau Steel
Erick menilai kondisi tersebut sebagai hal yang wajar. Bagi Erick, kreditur yang mendapatkan saham GIAA hasil dari konversi utang memiliki hak untuk menjual. Erick optimistis saham Garuda akan kembali mengudara menyusul perkembangan fundamental bisnis yang lebih baik.
"Jangan kaget nanti kalau saham Garuda terus membaik, karena bisnis model Garuda sekarang lebih ke domestik. Marketnya sangat besar," terangnya.
Sebelumnya Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra mengungkapkan tekanan saham GIAA dalam beberapa hari terakhir diindikasikan berasal dari penjualan para kreditur dari hasil obligasi wajib konversi.
"Berdasarkan analisa perseroan, aktivitas perdagangan (saham) pada periode 3 Januari - 11 Januari 2023 berasal dari aktivitas kreditur perseroan," terang Irfan.
Hal tersebut membuat saham GIAA merosot sejak suspensi dibuka 3 Januari 2022.
"Nggak apa-apa, ya namanya orang kan mencari risiko bisnisnya masing-masing. Jadi kalau para kreditur menjual ya nggak apa-apa, itu opsinya dia," kata Erick, saat ditemui di acara Investor Appreciation Night & Market Outlook 2022 Sinarmas Asset Management, di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk Purwono Widodo sebagai Dirut Krakatau Steel
Erick menilai kondisi tersebut sebagai hal yang wajar. Bagi Erick, kreditur yang mendapatkan saham GIAA hasil dari konversi utang memiliki hak untuk menjual. Erick optimistis saham Garuda akan kembali mengudara menyusul perkembangan fundamental bisnis yang lebih baik.
"Jangan kaget nanti kalau saham Garuda terus membaik, karena bisnis model Garuda sekarang lebih ke domestik. Marketnya sangat besar," terangnya.
Sebelumnya Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra mengungkapkan tekanan saham GIAA dalam beberapa hari terakhir diindikasikan berasal dari penjualan para kreditur dari hasil obligasi wajib konversi.
"Berdasarkan analisa perseroan, aktivitas perdagangan (saham) pada periode 3 Januari - 11 Januari 2023 berasal dari aktivitas kreditur perseroan," terang Irfan.
Lihat Juga :