Pemasar Didorong Sadar Terhadap Isu Lingkungan

Rabu, 18 Januari 2023 - 00:16 WIB
loading...
Pemasar Didorong Sadar...
Hasil studi imelaporkan 34% tim pemasar dengan wawasan melaksanakan rencana keberlanjutan. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perusahaan layanan pemasaran, Dentsu mengeluarkan hasil riset terkait dengan urgensi praktisi pemasaran untuk masa depan berkelanjutan. Riset tersebut berkolaborasi dengan Kantar merupakan perusahaan data analitik pemasaran.

Hasil studi itu melaporkan hanya satu dari tiga atau 34% tim pemasar dengan wawasan yang melaksanakan rencana keberlanjutan dan mengukur kemajuan mereka. Hal ini jauh lebih rendah dengan 46% dalam rantai pasokan (supply chain), dan 51% dalam strategi perusahaan.

Studi baru mengidentifikasi dua kesenjangan intensi-aksi yang signifikan, kesenjangan intensi-tindakan konsumen dan organisasi yang menjadi akar tantangan bagi praktisi pemasaran. Selain itu, berdasarkan studi oleh Kantar mengenai barometer isu global, isu iklim merupakan masalah utama.

Hal ini dibuktikan dengan 60% konsumen global mengatakan mereka mengalami kecemasan terhadap lingkungan yang mendorong inisiasi serta keinginan untuk bertindak. Adapun riset dilakukan di 12 wilayah Asia Pasifik meliputi Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Thailand, Filipina dan Vietnam.

Laporan ini dilandasi oleh sejumlah metodologi yang mengambil sumber dari empat studi oleh Kantar dan Dentsu, 40 sumber data publik, serta lebih dari 100 jam statistik dan analisis budaya untuk pengamatan lebih lanjut. Selain itu, survei melibatkan lebih dari 71 praktisi pemasaran berpengalaman melalui 10 kali wawancara dengan pemimpin perusahaan pemasaran dan keberlanjutan. Termasuk, melibatkan lebih dari 30 analisis brand internal maupun eksternal.

Baca Juga: IPB Raih Terbaik I Kategori Perguruan Tinggi di SDGs Action Awards 2022

Chief Growth Officer (CGO) Dentsu Asia Pacific Dominic Powers mengatakan, dari hasil tersebut ditemukan fakta bahwa Indonesia memiliki tiga masalah iklim utama yakni kemiskinan dan kelaparan, penggundulan hutan, dan polusi air. Permasalahan ini menjadi tantangan penting dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem, untuk mencapai kehidupan yang lebih berkelanjutan. Meskipun begitu, praktisi pemasaran saat ini gagal untuk menangkap peluang.

"Kemajuan yang bermakna dalam tujuan keberlanjutan membutuhkan upaya di mana bisnis, konsumen dan masyarakat sipil, pembuat kebijakan, regulator, dan penyedia modal bekerja secara harmonis. Pemasar tidak hanya dilandasi tujuan bisnis untuk mendorong inovasi yang dapat memicu perubahan besar, tetapi mereka juga harus mengubah seluruh filosofi di balik perancangan, yang didasarkan pada tingkat penjualan," kata Dominic melalui risetnya, dikutip, Rabu (18/1/2023).

Menurut dia perubahan sistem diperlukan untuk mencapai target keberlanjutan global dan memastikan masa depan bumi. Tidak diragukan lagi bahwa bisnis, brand, serta mitra agensi mereka memiliki kebutuhan dan peluang.

Sebagai jembatan antara brand dan konsumen, praktisi pemasaran memiliki peluang unik. Sehingga, harus bertanggung jawab untuk menjadi agen perubahan generasi yang memengaruhi perilaku konsumen, serta mendorong inovasi yang akan diinformasikan kepada pelanggan.

Untuk mencapai kemajuan yang mendalam dan menggerakkan keberlanjutan, studi ini menemukan bahwa fungsi pemasaran memerlukan perubahan filosofis, yaitu diberi mandat untuk mendorong inovasi di luar target penjualan jangka pendek. Tujuannya untuk menciptakan pertumbuhan yang baik bagi masyarakat dan bumi, serta bisnis. Transformasi keberlanjutan perusahaan dan konsumsi berkelanjutan perlu menjadi prinsip untuk mengorganisir fungsi pemasaran.

“Studi tersebut memperkirakan bahwa dengan membuat perubahan agresif ini, brand akan dapat mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 40% hingga 70%,” ujarnya.

Dominic menambahkan, untuk mewujudkan tujuan konsumsi berkelanjutan, praktisi pemasaran harus melakukan organisir yang baik agar memberikan dampak kepada masyarakat luas mengenai kehidupan berkelanjutan. Brand dan pemasar pun harus merangkai taktik termasuk mitra ekosistem yang menangani rantai aktivitas dan jejak karbon demi merealisasikan tujuan tersebut.

“Dengan memposisikan diri, mereka menjadi penggerak perubahan dengan ekosistem yang lebih besar, konsumen dan perusahaan, praktisi pemasaran dapat memberikan relevansi, suara dan perubahan inovasi kehidupan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Bappenas Dorong Peran Perusahaan dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sementara itu, Trezelene Chan, Head, Sustainability Practice, Kantar Asia Pasifik menambahkan, dalam ekosistem ekonomi terjadi kesenjangan intensi-tindakan konsumen merupakan masalah bagi praktisi, dengan 56% hasil mengidentifikasinya sebagai tantangan utama. Hanya 17% konsumen Asia yang secara aktif mengubah perilaku mereka menjadi lebih berkelanjutan, meskipun 98% orang Asia mengatakan akan melakukannya.

"Namun, studi kami mengungkapkan bahwa kesenjangan intensi-tindakan organisasi merupakan tantangan yang sama pentingnya untuk ditangani. Meskipun 73% pemasar percaya bahwa keberlanjutan penting untuk kelangsungan bisnis dan pertumbuhan nilai, penelitian ini mengungkap hambatan taktis dan mendasar yang menghalangi pemasar untuk mengambil kepemimpinan berkelanjutan yang berarti," kata Trezelene.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekosistem Pemasaran...
Perkuat Ekosistem Pemasaran Nasional lewat Sinergi AI Indonesia dan MCorp
Pengamat Soroti Pentingnya...
Pengamat Soroti Pentingnya Kejujuran dalam Memasarkan Produk
Bersama Program Desa...
Bersama Program Desa Emas 2025, MNC Peduli Dorong Produk UMKM Dikenal Lebih Luas
AMBPI Gelar Kompetisi...
AMBPI Gelar Kompetisi Rak Display di Toko Retail Seluruh Cabang
Industri Pemasaran Indonesia...
Industri Pemasaran Indonesia Hadapi Tantangan Efisiensi
Inovasi Terbaru Prodia...
Inovasi Terbaru Prodia Bidik Pasar Healthtech yang Tumbuh Pesat
1.000 Hari Pertama Kehidupan:...
1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Utama Menuju Indonesia Emas 2045
Aksi Nyata: 255 Pohon...
Aksi Nyata: 255 Pohon untuk Masa Depan Hijau dan Berkelanjutan!
Gedung Pencakar Langit...
Gedung Pencakar Langit Masa Depan Menggantung di Langit seperti Kepompong
Rekomendasi
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved