Jangan Asal Klik! Simak Imbauan Polri dan BRI Agar Terhindar dari Penipuan Online

Jum'at, 20 Januari 2023 - 23:41 WIB
loading...
Jangan Asal Klik! Simak...
Modus baru penipuan online terus bermunculan. BRI secara proaktif terus melakukan edukasi agar nasabah waspada dan terhindar dari penipuan. Foto/SINDOnews/Inda Susanti
A A A
JAKARTA - Modus baru penipuan online terus bermunculan. Masyarakat dan nasabah bank diimbau selalu cermat, waspada dan meningkatkan literasi digital.

Terkini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap dan menangkap 13 orang komplotan pelaku penipuan online yang memakan ratusan korban dan kerugian mencapai Rp12 miliar.

Para pelaku diketahui menjalankan aksinya dengan modus phising melalui pengiriman Android Package Kit (APK) modifikasi dan link ilegal.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/1), Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan, para pelaku memodifikasi APK guna mendapatkan akses ke inbox SMS perangkat korban.

Tujuannya adalah mendapatkan kode One Time Password (OTP) yang diterima korban, terutama kode OTP dari aplikasi mobile banking dan e-wallet.

Polri mencatat, modifikasi APK peretasan yang dibuat para pelaku itu telah menyasar lebih dari 493 korban dengan modus mengirimkan informasi jasa pengiriman (tracking) melalui APK modifikasi yang dikirimkan lewat aplikasi whatsapp.

Menurut Adi, kasus ini merupakan modus dan motif baru yang harus diketahui seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi jatuh korban.

“Kasus dengan modus ini baru pertama kali terjadi. Dalam waktu dekat akan ada yang kita ungkap lagi,” ujarnya, dikutip Jumat (20/1/2023).

Jangan Asal Klik! Simak Imbauan Polri dan BRI Agar Terhindar dari Penipuan Online


Dalam pengungkapan kasus ini, lanjut Adi, Polri mengamankan para pelaku di Palembang, Makassar dan Banyuwangi bersama sejumlah barang bukti. Mereka bekerja secara kolektif namun dengan peran berbeda-beda.

Mulai dari developer APK yang sudah dimodifikasi, agen database calon korban (nasabah bank), pelaku social enginering, penguras rekening, dan pelaku penarikan uang. Adi menyebut salah satu korban bahkan ada yang terkuras uangnya hingga Rp700 juta.

Bareskrim Polri masih memperdalam dan mengembangkan kasus kejahatan penipuan online yang berkedok APK ini karena masih ditemukan sejumlah orang yang diduga membantu para pelaku dalam melancarkan aksinya.

Atas maraknya kasus penipuan berkedok APK ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pada 23 Desember 2022 lalu.

Sementara itu, agar masyarakat terhindar dan tidak menjadi korban kejahatan pelaku penipuan, Bareskrim Polri memberikan sejumlah tips.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Rekomendasi
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved