Jangan Asal Klik! Simak Imbauan Polri dan BRI Agar Terhindar dari Penipuan Online

Jum'at, 20 Januari 2023 - 23:41 WIB
loading...
A A A
“Model-model kejahatan baru yang mengambil data masyarakat makin canggih. Mereka menemukan cara-cara baru untuk mengelabui masyarakat,” ujarnya kepada SINDOnews belum lama ini.

Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, kata dia, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang baik antara pemerintah dengan lembaga termasuk juga perbankan dan para ahli.

“Ini ada kejahatan siber yang secara kuantitas dan kualitas ke depan akan makin meningkat. Kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini dengan narasi, perlu aksi dan kolaborasi. Masyarakatnya juga perlu sosialisasi dan edukasi, jangan sembarangan meng-klik link (tautan),” tandasnya.

Melansir laman patrolisiber.id, masyarakat harus mewaspadai phishing yaitu suatu metode peretasan yang dilakukan dengan cara mengelabuhi target dengan menyediakan halaman palsu yang "seolah-olah" berasal dari perusahaan terkenal.

Bagi yang pernah mendapat surel berisi ajakan untuk mengakses link tertentu dengan iming-iming hadiah, berhati-hatilah karena begitu link itu diklik artinya sama saja dengan memberi akses ke pelaku kejahatan untuk mengambil data pribadi pemilik akun seperti nama lengkap, alamat, nomor kartu kredit, nomor telepon.

Data-data itu dapat digunakan oleh para peretas untuk mengambil alih akun dan bisa juga digunakan untuk melakukan praktik penipuan.

Baca juga: Waspada, Ada 12 Juta Serangan Phising di Asia Tenggara Selama 2022

Mengutip laman Cyber Security Hub, serangan phishing melonjak pada tahun 2022 dan diproyeksikan bakal meningkat pada tahun ini. Penurunan ekonomi yang dipicu pandemi dan ketidakpastian global menjadi salah satu pemicu meningkatnya aksi penipuan.

Di sisi lain, banyak lembaga keuangan yang masih belum siap untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan atas serangan penipuan yang sedemikian terkoordinasi dan terstruktur.

Adapun kesalahan manusia atau human error diprediksi akan tetap menjadi faktor utama ancaman keamanan siber pada tahun 2023.

Pada tahun 2022, penelitian dari World Economic Forum mendapati bahwa 95% masalah keamanan siber jika ditelusuri penyebabnya terkait human error atau kelalaian pengguna. Untuk itu, masyarakat selain harus waspada juga hendaknya meningkatkan pengetahuan dan literasi digital.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: 4...
Tips MotionTrade: 4 Langkah Wajib Saat Terindikasi Penipuan Investasi
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Rekomendasi
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Aldi Taher: Saya Bersaksi Abang Orang Baik
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved