Gapoktan Binaan Pertagas Ekspansi 14 Hektar Lahan Pertanian Ramah Lingkungan
Selasa, 28 April 2020 - 13:45 WIB
loading...
Sekelompok petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saluyu di Desa Cilamaya, Kecamatan Wetan tetap semangat bertani di tengah pandemi Covid-19.
A
A
A
CILAMAYA - Sekelompok petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saluyu di Desa Cilamaya, Kecamatan Wetan tetap semangat bertani di tengah pandemi Covid-19.
Gapoktan Binaan PT Pertamina Gas afiliasi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk yang dikenal dengan program pertanian ramah lingkungan ini, bahkan telah menambah luasan lahan tanam hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu. “Kalau kami tidak turun sawah, tidak ada yang tanam padi, nanti bagaimana nasib petani?” ujar Ketua Gapotkan Saluyu Aep Endang Sudrajat, Kamis (23/4/2020).
Menurutnya, sejak mendapatkan pendampingan mengelola pertanian ramah lingkungan dari Pertagas beberapa tahun lalu, pihaknya telah berhasil melakukan dua kali panen di tahun 2019. Hasilnya cukup menggembirakan, sebanyak 7 ton padi untuk satu hektar lahan berhasil dipanen.
Saat itu, terdapat hanya 7 hektar lahan pertanian ramah lingkungan yang digarap. “Karena kami lihat hasilnya bagus kami ingin menambah luasan lahan di tahun 2020. Kalau dulu hanya 7 hektar, di tahun ini kami tambah luasan lahan jadi 14 hektar,” katanya.
Saat ini, lanjut Aep, para petani telah melawati tahap semai dan pemupukan organik tahap kedua. Meski sempat khawatir akan terkendala karena wabah Covid-19, mereka merasa bersyukur karena akses terhadap pupuk organik dan bibit tidak terkendala.
Gapoktan Binaan PT Pertamina Gas afiliasi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk yang dikenal dengan program pertanian ramah lingkungan ini, bahkan telah menambah luasan lahan tanam hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu. “Kalau kami tidak turun sawah, tidak ada yang tanam padi, nanti bagaimana nasib petani?” ujar Ketua Gapotkan Saluyu Aep Endang Sudrajat, Kamis (23/4/2020).
Menurutnya, sejak mendapatkan pendampingan mengelola pertanian ramah lingkungan dari Pertagas beberapa tahun lalu, pihaknya telah berhasil melakukan dua kali panen di tahun 2019. Hasilnya cukup menggembirakan, sebanyak 7 ton padi untuk satu hektar lahan berhasil dipanen.
Saat itu, terdapat hanya 7 hektar lahan pertanian ramah lingkungan yang digarap. “Karena kami lihat hasilnya bagus kami ingin menambah luasan lahan di tahun 2020. Kalau dulu hanya 7 hektar, di tahun ini kami tambah luasan lahan jadi 14 hektar,” katanya.
Saat ini, lanjut Aep, para petani telah melawati tahap semai dan pemupukan organik tahap kedua. Meski sempat khawatir akan terkendala karena wabah Covid-19, mereka merasa bersyukur karena akses terhadap pupuk organik dan bibit tidak terkendala.
Lihat Juga :