Belum Setahun Berdiri, Holding BUMN Pertahanan Punya Utang Jumbo Rp 15,97 Triliun

Rabu, 25 Januari 2023 - 16:12 WIB
loading...
Belum Setahun Berdiri, Holding BUMN Pertahanan Punya Utang Jumbo Rp 15,97 Triliun
Dibentuk pada Maret 2022, Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID mencatat total interest bearing debt atau utang berbunga sebesar Rp 15,97 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dibentuk pada Maret 2022, Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID mencatat total interest bearing debt atau utang berbunga sebesar Rp 15,97 triliun. Jumlah utang tersebut belum diaudit untuk Tahun Anggaran 2022.

"Utang berbunga atau interest bearing debt Rp 15,9 triliun, ekuitas mencapai Rp 12,77 triliun," ungkap Direktur Utama Defend ID, Bobby Rasyidin saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Rapor Merah 9 BUMN, Siapa Aja?

Meski mencatatkan utang jumbo, Defend ID juga berhasil membukukan pendapatan usaha pada tahun lalu sebesar Rp 19,7 triliun. Nilai itu dikontribusikan oleh sektor defend sebesar Rp 9,94 triliun dan sektor non defend senilai Rp 9,76 triliun.

Adapun pendapatan audited pada 2021 hanya merupakan penggabungan dan bukan sebagai konsolidasi keuangan holding. Pasalnya Defend ID diresmikan pada Maret 2022 lalu.

Baca Juga: Kontribusi BUMN ke Negara Ditargetkan Capai Rp 15.602 Triliun

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara PT Len Industri (Persero) selaku induk holding dengan empat anggota lainnya yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dahana.

Untuk laba bersih holding dari konsolidasi pra audit 2022 mencapai Rp 483 miliar atau naik 2,45% dibandingkan dengan pendapatan. Bahkan, naik signifikan dibandingkan audited tahun sebelumnya yakni Rp 162 miliar.

Dari sisi persentasenya juga naik signifikan yakni 2,45 dibandingkan 1,01% di tahun 2021.

"Kalau kita lihat gambaran kinerja keuangan konsolidasi pra audit 2022, dari posisi keuangan, arus kas operasi itu Rp 1,42 triliun, total aset Rp 46,40 triliun. Secara kekayaan perusahaan naik 57,2 persen terhadap 2021," jelasnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2235 seconds (10.177#12.26)