Proyek Gas JTB Mulai Beroperasi, Bakal Dukung Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Rabu, 25 Januari 2023 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Selain kebanggan karena bisa mendukung program pemerintah lewat kerja kerasnya, kebangaan ini juga didedikasikan Yani bagi perjuangan dan pengorbanan seluruh insan terbaik Rekind yang tidak kenal lelah mencurahkan kompetensi terbaiknya di proyek Lapangan Gas JTB milik PT Pertamina EP Cepu. Bahkan atas besarnya komitmen tersebut ada manpower Rekind yang gugur akibat pandemi Covid 19. Pandemi diakuinya juga berdampak besar bagi eksistensi perusahaan yang dipimpinnya, karena Rekind harus mengusung biaya akibat pandemi itu seorang diri.
Meskipun demikian, proyek Lapangan Gas JTB di tangan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu mampu menorehkan prestasi yang muaranya berujung benefit untuk negara.
Di proyek strategis nasional ini, maha karya Rekind menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Dari target 172 MMSCFD yang ditetapkan pemerintah, justru melalui kompetensi Rekind, JTB bisa menghasilkan sales gas sebesar 192 MMSCFD. Artinya, ada selisih tambahan keuntungan untuk negara sebesar 20 MMSCFD.
Sedikit gambaran, 1 MMSCFD setara dengan kurang lebih 25 ribu liter BBM. Kalau 20 MMSCFD berarti ada sekitar 500 ribu liter per hari sebagai bentuk sumbangsih Rekind dalam meningkatkan pendapatan negara.
Tidak hanya itu, sejak dilakukan tender, Rekind mampu membuat harganya terkendali. Dari sisi capital expenditure (capex-pengeluarannya) lebih rendah dari beberapa proyek-proyek besar yang dibangun di Indonesia baik dari proyek pupuk, hingga migas. Proyek pemurnian gas ini mampu mengurangi capex sebesar USD200 juta dengan memenangkan konsorsium Rekind-JGC sebagai main contractor bersaing dengan konsorsium Chiyoda-WIKA.
Sebagai perbandingan, dalam pembangunan pabrik pupuk, Rekind juga mampu memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, seperti pada proyek Pusri IIB, konsorsium Rekind-Toyo mampu menekan nilai proyek hingga USD45 juta dibandingkan dengan harga kompetitor. Di proyek ini Rekind bisa menghemat pengeluaran negara sebesar USD69 juta dibandingkan dengan harga penawaran pesaing.
Meskipun demikian, proyek Lapangan Gas JTB di tangan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu mampu menorehkan prestasi yang muaranya berujung benefit untuk negara.
Di proyek strategis nasional ini, maha karya Rekind menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Dari target 172 MMSCFD yang ditetapkan pemerintah, justru melalui kompetensi Rekind, JTB bisa menghasilkan sales gas sebesar 192 MMSCFD. Artinya, ada selisih tambahan keuntungan untuk negara sebesar 20 MMSCFD.
Sedikit gambaran, 1 MMSCFD setara dengan kurang lebih 25 ribu liter BBM. Kalau 20 MMSCFD berarti ada sekitar 500 ribu liter per hari sebagai bentuk sumbangsih Rekind dalam meningkatkan pendapatan negara.
Tidak hanya itu, sejak dilakukan tender, Rekind mampu membuat harganya terkendali. Dari sisi capital expenditure (capex-pengeluarannya) lebih rendah dari beberapa proyek-proyek besar yang dibangun di Indonesia baik dari proyek pupuk, hingga migas. Proyek pemurnian gas ini mampu mengurangi capex sebesar USD200 juta dengan memenangkan konsorsium Rekind-JGC sebagai main contractor bersaing dengan konsorsium Chiyoda-WIKA.
Sebagai perbandingan, dalam pembangunan pabrik pupuk, Rekind juga mampu memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, seperti pada proyek Pusri IIB, konsorsium Rekind-Toyo mampu menekan nilai proyek hingga USD45 juta dibandingkan dengan harga kompetitor. Di proyek ini Rekind bisa menghemat pengeluaran negara sebesar USD69 juta dibandingkan dengan harga penawaran pesaing.
Lihat Juga :