Dirut BPJS Kesehatan Kaget Peserta JKN Disuruh Fotocopy Berkas: Pakai KTP Saja Bisa
Senin, 30 Januari 2023 - 13:58 WIB
loading...
Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengaku kaget mendengar jika para peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) harus membawa dokumen fotocopy untuk mendapatkan layanan kesehatan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dirut BPJS Kesehatan , Ali Ghufron Mukti mengaku kaget mendengar jika para peserta program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) harus membawa dokumen fotocopy untuk mendapatkan layanan kesehatan. Padahal menurutnya cukup hanya menggunakan KTP karena semua data sudah terintegrasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membawa dokumen fotocopy untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit.
"Saya dengar Peserta BPJS itu suruh fotocopy, saya baru dengar kemarin, dan itu di Jakarta, itu minta fotocopy, buat apa minta fotocopy, seharusnya itu sudah terintegrasi dengan KTP, pakai KTP saja bisa," ujar Ali Guhfron dalam acara acara Outlook 2023 diskusi publik 10 tahun program JKN, Senin (30/1/2023).
Baca Juga: Penyakit Jantung Bebani BPJS Kesehatan Sampai Rp9 Triliun, Ini Kata Wamenkes
Sehingga menurut Ali Guhfron, para peserta yang berdomisili di seluruh Indonesia, bisa berobat juga di tempat lain meski tidak membawa berkas-berkas. Sebab sudah bisa diakomodir dengan menggunakan KTP.
"Kalau ada orang dari NTT ke Jakarta, mau periksa, terus tidak ada dokumennya, terus periksa seharusnya sudah bisa tahu ini orang penyakitnya apa (langsung diperiksa)," sambungnya.
"Saya dengar Peserta BPJS itu suruh fotocopy, saya baru dengar kemarin, dan itu di Jakarta, itu minta fotocopy, buat apa minta fotocopy, seharusnya itu sudah terintegrasi dengan KTP, pakai KTP saja bisa," ujar Ali Guhfron dalam acara acara Outlook 2023 diskusi publik 10 tahun program JKN, Senin (30/1/2023).
Baca Juga: Penyakit Jantung Bebani BPJS Kesehatan Sampai Rp9 Triliun, Ini Kata Wamenkes
Sehingga menurut Ali Guhfron, para peserta yang berdomisili di seluruh Indonesia, bisa berobat juga di tempat lain meski tidak membawa berkas-berkas. Sebab sudah bisa diakomodir dengan menggunakan KTP.
"Kalau ada orang dari NTT ke Jakarta, mau periksa, terus tidak ada dokumennya, terus periksa seharusnya sudah bisa tahu ini orang penyakitnya apa (langsung diperiksa)," sambungnya.
Lihat Juga :