Perluas Akses Pembiayaan, Bank Jago Perbanyak Kolaborasi dengan Ekosistem
Selasa, 31 Januari 2023 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Segara Institute Peter Abdullah menilai kolaborasi dengan ekosistem adalah keniscayaan bagi bank berbasis teknologi. Menurut Piter, digitalisasi yang berlangsung di berbagai sektor dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang besar bagi industri perbankan untuk memperdalam penetrasi layanan lewat kolaborasi dengan digital player.
Baca Juga: Nasib ATM di Tengah Maraknya Bank Digital, Begini Ramalannya
“Fintech sudah membuktikan diri bahwa dengan penggunaan teknologi menjadi terobosan untuk memperluas akses pembiayaan. Meningkatkan akses adalah pekerjaan berat dan oleh karena itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh bank,” jelas Piter.
Merujuk pada data statistik Fintech Otoritas Jasa Keuangan, per Desember 2022 jumlah rekening peminjam (borrower) yang aktif telah mencapai 19,71 juta dengan outstanding Rp51 triliun. Di Desember 2018, jumlah rekening peminjam baru mencapai 4,35 juta dengan outstanding Rp5,04 triliun. Artinya hanya dalam empat tahun, jumlah peminjam yang melonjak empat kali lipat.
Piter mengatakan, strategi yang dilakukan oleh Bank Jago sudah berada di jalur yang tepat. Dia menambahkan, Bank Jago dan bank lainnya bisa mengambil peran lebih banyak dalam meningkatkan akses pembiayaan. Pasalnya, tanpa akses pembiayaan, narasi besar untuk memajukan UMKM lewat digitalisasi tidak akan memiliki fondasi yang kuat.
Baca Juga: Nasib ATM di Tengah Maraknya Bank Digital, Begini Ramalannya
“Fintech sudah membuktikan diri bahwa dengan penggunaan teknologi menjadi terobosan untuk memperluas akses pembiayaan. Meningkatkan akses adalah pekerjaan berat dan oleh karena itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh bank,” jelas Piter.
Merujuk pada data statistik Fintech Otoritas Jasa Keuangan, per Desember 2022 jumlah rekening peminjam (borrower) yang aktif telah mencapai 19,71 juta dengan outstanding Rp51 triliun. Di Desember 2018, jumlah rekening peminjam baru mencapai 4,35 juta dengan outstanding Rp5,04 triliun. Artinya hanya dalam empat tahun, jumlah peminjam yang melonjak empat kali lipat.
Piter mengatakan, strategi yang dilakukan oleh Bank Jago sudah berada di jalur yang tepat. Dia menambahkan, Bank Jago dan bank lainnya bisa mengambil peran lebih banyak dalam meningkatkan akses pembiayaan. Pasalnya, tanpa akses pembiayaan, narasi besar untuk memajukan UMKM lewat digitalisasi tidak akan memiliki fondasi yang kuat.
(fai)
Lihat Juga :