Perluas Akses Pembiayaan, Bank Jago Perbanyak Kolaborasi dengan Ekosistem
Selasa, 31 Januari 2023 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Kharim menjelaskan, Bank jago meyakini bahwa digitalisasi akan memainkan peran penting dalam meningkatkan semangat kewirausahaan (entrepreneurship), pemerataan kesejahteraan dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Untuk mewujudkannya, kami akan memperbanyak partnership, membangun kolaborasi dan sinergi dengan semua pelaku ekonomi digital. Prinsip kolaborasi akan menjadi faktor kunci,” katanya.
Direktur Partnership Business Bank Jago, Sonny Christian Joseph menambahkan sejalan dengan misi untuk memberikan kesempatan tumbuh bagi masyarakat Indonesia, Bank Jago fokus menyasar segmen menengah dan mass market.
Segmen ini merupakan pangsa pasar yang besar di mana terdapat 62 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, segmen ini relatif kurang terlayani di mana rasio kredit UMKM terhadap total kredit per September 2022 baru mencapai 20,9%.
“Segmen bisnis debitur yang kami layani beragam, ada yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif, platform digital di bisnis logistik, e-commerce, dan sebagainya. Intinya, pelaku UMKM yang menjadi bagian dari platform digital menjadi target kami,” ujar Sonny.
Sejak dua tahun lalu, Bank Jago telah memulai penyaluran pinjaman lewat kemitraan dengan institusi keuangan dan kemitraan berbasis value chain. Pinjaman tersebut disalurkan melalui pembiayaan bersama (joint financing) maupun penerusan kredit (channeling) untuk kebutuhan wirausaha ataupun individu retail. Hingga saat ini, lebih dari 32 perusahaan yang telah bermitra dengan Bank Jago.
Sonny menekankan, apapun skema dan model yang digunakan, Bank Jago memiliki risk appetite dan risk tolerance untuk menjaga tingkat risiko secara terukur. Oleh karena itu, Sonny memastikan, dengan model manajemen risiko yang dimiliki oleh Bank Jago, penyaluran pinjaman tetap dilakukan secara prudent sehingga kualitas kredit tetap terjaga. Sampai dengan akhir Desember 2022, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross Bank Jago mencapai 1,8% (tidak diaudit).
Direktur Partnership Business Bank Jago, Sonny Christian Joseph menambahkan sejalan dengan misi untuk memberikan kesempatan tumbuh bagi masyarakat Indonesia, Bank Jago fokus menyasar segmen menengah dan mass market.
Segmen ini merupakan pangsa pasar yang besar di mana terdapat 62 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, segmen ini relatif kurang terlayani di mana rasio kredit UMKM terhadap total kredit per September 2022 baru mencapai 20,9%.
“Segmen bisnis debitur yang kami layani beragam, ada yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif, platform digital di bisnis logistik, e-commerce, dan sebagainya. Intinya, pelaku UMKM yang menjadi bagian dari platform digital menjadi target kami,” ujar Sonny.
Sejak dua tahun lalu, Bank Jago telah memulai penyaluran pinjaman lewat kemitraan dengan institusi keuangan dan kemitraan berbasis value chain. Pinjaman tersebut disalurkan melalui pembiayaan bersama (joint financing) maupun penerusan kredit (channeling) untuk kebutuhan wirausaha ataupun individu retail. Hingga saat ini, lebih dari 32 perusahaan yang telah bermitra dengan Bank Jago.
Sonny menekankan, apapun skema dan model yang digunakan, Bank Jago memiliki risk appetite dan risk tolerance untuk menjaga tingkat risiko secara terukur. Oleh karena itu, Sonny memastikan, dengan model manajemen risiko yang dimiliki oleh Bank Jago, penyaluran pinjaman tetap dilakukan secara prudent sehingga kualitas kredit tetap terjaga. Sampai dengan akhir Desember 2022, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross Bank Jago mencapai 1,8% (tidak diaudit).
Lihat Juga :