IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Menkeu: Momentum Pemulihan Masih Sangat Kuat

Selasa, 31 Januari 2023 - 22:26 WIB
loading...
IMF Revisi Proyeksi...
Momentum pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini masih sangat kuat. Ilustrasi Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) hari ini merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2,9% dari sebelumnya 2,7%. Khusus Indonesia, proyeksinya menurun dari semula 5% menjadi 4,8%.

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan bahwa memang dari sisi ekonomi global, situasi yang tadinya digambarkan sangat berat menjadi sedikit agak ringan seperti yang disampaikan IMF.

"Makanya dari mereka muncul kata-kata 'tidak seburuk seperti dibayangkan'," ujarnya dalam jumpa pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (31/1/2023).

Menurut dia, hal itu karena kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Eropa menunjukkan sinyal membaik dan China yang meninggalkan strict lockdown dari COVID-19. Kondisi ini kemudian memberikan harapan pertumbuhan ekonomi dunia 2023 akan sedikit lebih baik.

"Tidak ekstrem baik, karena masih di bawah tahun 2021. Ini akan menimbulkan dampak ke kita, di satu sisi (pertumbuhan ekonomi) Indonesia estimasi 2023 versi IMF di 4,8%, dan di beberapa lembaga internasional 4,7-5,3%," jelas Menkeu.

Dia menilai bahwa momentum pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini masih sangat kuat. Untuk kuartal IV/2022 diperkirakan berada di atas 5%, dengan total keseluruhan pertumbuhan 2022 di kisaran 5,2-5,3%.

"Triwulan (kuartal) I tahun ini kita perkirakan dengan penghapusan PPKM, maka mobilitas masyarakat dimana-mana sudah luar biasa, ini lebih tinggi lagi dari triwulan IV/2022 karena di akhir tahun kemarin memang ada Natal dan liburan akhir tahun. Ini berlanjut dan lebih kuat lagi," urainya.

Baca juga: Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2022, Ini Pegangan Sri Mulyani

Menkeu optimistis bahwa ekonomi kuartal I/2023 akan lebih kuat dari kuartal I/2022 karena di awal 2022 varian Omicron muncul. Momentumnya pada tahun ini menguat mengingat adanya momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Yang berarti tahun ini diharapkan akan tetap full selebrasinya dan menimbulkan momentum pemulihan ekonomi yang bertahan bagus," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Momentum ini diperkuat juga dengan konsumsi yang meningkat, inflasi yang masih terjaga, mengindikasikan tekanan pressure harga menurun dan sinyal positif investasi, dan pertumbuhan kredit di atas 11%. Ini memberikan berbagai indikasi bahwa sumber pertumbuhan ekonomi domestik masih sangat kuat.

Baca juga: Indonesia Masih Jadi Negara Tujuan Investasi Industri Manufaktur, Kantongi Rp 497,7 Triliun

"Ekspor paling mengalami sedikit koreksi, tapi dengan pemulihan ekonomi memberikan harapan kepada kita termasuk dengan China yang membuka ekonominya, dampaknya akan sangat signifikan terhadap dunia. berbagai faktor ini mempengaruhi proyeksi 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan di 5% atau kisaran 5,3% meski downside risk tetap kita kenali atau lihat," tutup menteri kelahiran Lampung.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Rekomendasi
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved