Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2022, Ini Pegangan Sri Mulyani
Selasa, 31 Januari 2023 - 20:16 WIB
loading...
Sinyal perbaikan yang terjadi selama 2022 menjadi pegangan Menkeu Sri Mulyani yang mengungkapkan, optimistis ekonomi RI tahun 2022 akan tumbuh 5,3%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sinyal perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa hal ini terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap terlihat kuat, disertai level inflasi yang memang lebih rendah dari yang diperkirakan pada saat terjadinya kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak).
Adapun berlanjutnya kinerja positif ekonomi Indonesia dicerminkan pada beberapa indikator dini sampai dengan Desember 2022. Baca Juga: Ramalkan Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Ada Risiko Resesi di AS dan Eropa
"Beberapa indikator positif dan masih kuat misal Indeks Keyakinan Konsumen(IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang juga memberikan sinyal kuat dan optimis," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Sementara itu, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur masih berada pada tren ekspansi pada level 50,9. Kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan surplus dengan total surplus pada tahun 2022 sebesar USD 54,46 miliar.
"Ini adalah nilai surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ungkap Sri yang pernah menjabat sebagai Direktur Bank Dunia.
Baca Juga: Sri Mulyani Curhat Perbedaan Saat Pertama Jadi Menkeu dan Kini
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, pihaknya memperkirakan pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi RI akan mencapai kisaran 5,2-5,3%. Ke depan, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 diperkirakan akan tetap kuat sejalan dengan penghapusan kebijakan PPKM dan meningkatnya aliran masuk penanaman modal asing (PMA) serta berlanjutnya penyelesaian berbagai PSN (Proyek Strategis Nasional).
Adapun berlanjutnya kinerja positif ekonomi Indonesia dicerminkan pada beberapa indikator dini sampai dengan Desember 2022. Baca Juga: Ramalkan Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Ada Risiko Resesi di AS dan Eropa
"Beberapa indikator positif dan masih kuat misal Indeks Keyakinan Konsumen(IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang juga memberikan sinyal kuat dan optimis," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Sementara itu, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur masih berada pada tren ekspansi pada level 50,9. Kinerja neraca perdagangan juga mencatatkan surplus dengan total surplus pada tahun 2022 sebesar USD 54,46 miliar.
"Ini adalah nilai surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ungkap Sri yang pernah menjabat sebagai Direktur Bank Dunia.
Baca Juga: Sri Mulyani Curhat Perbedaan Saat Pertama Jadi Menkeu dan Kini
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, pihaknya memperkirakan pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi RI akan mencapai kisaran 5,2-5,3%. Ke depan, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 diperkirakan akan tetap kuat sejalan dengan penghapusan kebijakan PPKM dan meningkatnya aliran masuk penanaman modal asing (PMA) serta berlanjutnya penyelesaian berbagai PSN (Proyek Strategis Nasional).
Lihat Juga :