Mantap IPO, Pertamina Geothermal Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun

Rabu, 01 Februari 2023 - 16:19 WIB
loading...
Mantap IPO, Pertamina...
Pertamina Geothermal resmi melantai dibursa saham. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencetak laba bersih senilai USD111,43 juta atau setara Rp1,69 triliun (asumsi kurs Rp15.247) pada kuartal III 2022. Realisasi itu meningkat 67,77% yoy dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai USD66,41 juta. Laporan keuangan ini dirilis mengiringi proses penawaran umum perdana (IPO).

Peningkatan laba didorong kinerja pendapatan bersih PGEO yang naik 3,90% yoy menjadi USD287,39 juta atau setara Rp4,38 triliun, dari periode sama tahun lalu di level USD276,60 juta. Kontribusi terbesar pendapatan calon emiten sektor energi panas bumi ini berasal dari penjualan uap dan listrik kepada PT PLN di berbagai wilayah operasionalnya sebanyak USD228,87 juta, dan kepada PT Indonesia Power senilai USD47,39 juta.

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang menyumbang kontribusi pendapatan terbesar berasal dari WKP Kamojang senilai USD107,72 juta, disusul Ulubelu USD84,64 juta, dan Lahendong USD61,69 juta, dikutip dari laporan keuangan September 2022, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga: Pertamina Geothermal Resmi IPO, Intip Rencana Bisnisnya

Beban pokok pendapatan di kuartal III 2022 turun 9,5% menjadi USD122,40 juta karena disebabkan oleh pelemahan rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat di mana sebagian besar beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya ditransaksikan dalam rupiah, namun dibukukan dalam USD.

Dari sisi balance sheet per 30 September 2022, PGEO memiliki total aset sebesar USD2,44 miliar, atau naik 1,96% dari akhir 2021 senilai USD2,39 miliar. Kenaikan ini disumbang karena adanya kenaikan modal atau ekuitas menjadi USD1,31 miliar dari USD1,22 miliar.

Baca SINDOgrafis: Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik

Sedangkan kewajiban pembayaran atau liabilitas menyusut menjadi USD1,13 miliar dari USD1,26 miliar. Adapun arus kas di akhir periode September 2022 tumbuh menjadi USD230,44 juta, dibandingkan kas di awal periode Januari sebesar USD125,33 juta.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Potensi Peluang ARA...
Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses
Tracon Industri Bangun...
Tracon Industri Bangun Jalur Pipa Baru PGE di Area Kamojang Jabar
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Bisa IPO dan Private Placement
BEI Buka Suara Pascatemuan...
BEI Buka Suara Pascatemuan Bareskrim Soal Manipulasi IPO PIPA
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Dunia Otomotif Tahan...
Dunia Otomotif Tahan Napas: IPO Berisiko Chery Akan Menentukan Nasib Mobil China
Pengamat Soroti Putusan...
Pengamat Soroti Putusan Bawaslu yang Hentikan Dugaan Pelanggaran PSU Bengkulu Selatan
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved