Resmikan Kampus Baru di BSD, Hacktiv8 Hadirkan Sejumlah Kelebihan

Kamis, 02 Februari 2023 - 13:19 WIB
loading...
Resmikan Kampus Baru...
Hacktiv8 meresmikan kampus baru yang berlokasi di BSD Green Office Park, Tangerang, Banten. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Hacktiv8 telah meresmikan kampus baru yang berlokasi di BSD Green Office Park, Tangerang, Banten. Hacktiv8 merupakan salah satu coding bootcamp terbaik di Indonesia.

Baca juga: 9 Program Kampus Merdeka, Nomor Terakhir untuk Hadapi Bencana

Dengan lokasi strategis, multi-akses, dan lingkungan yang lebih hijau, kampus baru Hacktiv8 juga dilengkapi dengan kualitas kelas, kurikulum, dan pengajar berkaliber tinggi. Selain itu, kampus baru Hacktiv8 telah dilengkapi dengan infrastruktur teknologi dari Digital Hub BSD City.

CEO Hacktiv8 Ronald Ishak mengungkapkan, setidaknya satu dari lima peserta bootcamp Hacktiv8 berasal dari Tangerang dan sekitarnya. Karena itu, lokasi kampus baru di BSD sengaja dipilih agar bisa lebih dekat dengan calon peserta dan sebagai upaya perusahaan untuk mencetak talenta IT yang berkualitas agar dapat memperkuat ekosistem digital di BSD.

"Kami melihat bahwa kebutuhan terhadap tenaga kerja IT sekarang tidak hanya terbatas pada perusahaan teknologi, tapi juga semakin banyak perusahaan konvensional dari berbagai sektor yang memulai proses digitalisasi, sehingga mereka membutuhkan upskiling secara masif bagi para karyawan,” kata Ronald dalam acara 'Grand Launching & Media Gathering Hacktiv8 BSD Campus' di Tangerang, Kamis (2/2/2023).

Pada tahap awal pembukaan, program yang ditawarkan di kampus Hacktiv8 BSD adalah Bootcamp Full Stack Javascript dengan proses belajar full offline dari hari Senin-Jumat, pukul 9.00-18.00 selama 16 minggu. Bagi para calon siswa Hacktiv8 yang mendaftar sekarang ini, Hacktiv8 menyediakan potongan harga early bird sebesar Rp2 juta.

Selain itu, Hacktiv8 juga meluncurkan program "Women in Tech" kepada para perempuan yang ingin belajar teknologi, calon peserta perempuan akan mendapatkan promo ini dengan potongan harga tambahan sebesar Rp3 juta.

Tidak hanya menyediakan skema promo, Hacktiv8 merupakan coding bootcamp pertama di Indonesia yang memiliki sistem Income Share Agreement (ISA) atau skema bagi hasil. Jadi peserta bisa belajar dulu dengan membayar deposit, dan mulai melakukan cicilan pelunasan ketika sudah lulus dan mendapatkan pekerjaan.

"Hal ini akan membantu para peserta yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa melakukan upskiling dan mendapatkan pekerjaan yang baik," tutur Ronald.

Ronald menjelaskan, alumni Hacktiv8 berasal dari latar belakang yang beragam, baik yang memiliki pengalaman di bidang IT maupun tidak. Ada beberapa alumni yang dulunya berprofesi sebagai pengendara ojek online dan office boy (OB), dan setelah lulus mereka berhasil mendapatkan pekerjaan impian sebagai programmer di perusahaan besar.

Menurut Ronald, hal-hal tersebut menjadi tumpuan semangat Hacktiv8, karena menandakan bahwa program yang dicanangkan terbukti mampu membantu kehidupan dan memberikan peluang karier yang lebih baik.

Dalam laporan transparansi perusahaan, Hacktiv8 mencatatkan sebesar 91,5% lulusannya berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari 90 hari, di posisi strategis seperti software engineer sebesar 22,2%, full-stack engineer sebesar 17,9% dan front-end engineer sebesar 17,9%.

Baca juga: Profil Kompol Dwi Yanuar, Perwira Polisi yang Punya Istri Siri dan Terseret Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur

Selain itu, Hacktiv8 juga melihat adanya peningkatan upah para lulusan bootcamp yang lebih tinggi dari upah minimum regional (UMR) rata-rata, dengan kenaikan sebesar 81%. Ini berarti, gaji rata-rata yang diterima oleh lulusan Hacktiv8 berkisar Rp10 juta per bulan.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
UPH dan BINUS Berbagi...
UPH dan BINUS Berbagi Gelar di Campus League 2026 Regional Jakarta, Tatap The Nationals
Rekomendasi
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved