Produksi Minyak PEP Sangatta Field Tertinggi Sejak 18 Tahun Terakhir
Kamis, 02 Februari 2023 - 15:51 WIB
loading...
Sumur pengembangan SBR-34 secara natural flow pada 26 Januari 2023 sebesar 853 bph mendongkrak produksi PEP Sangatta Field menjadi 2.719 bopd. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Sangatta Field mencatatkan produksi minyak tertinggi dalam 18 tahun terakhir sebesar 2.719 barel per hari (bph). Capaian itu ditorehkan berkat keberhasilan memproduksi minyak dari sumur pengembangan SBR-34 secara natural flow pada 26 Januari 2023 lalu sebesar 853 bph.
"Dengan capaian yang baik pada sumur SBR-34 ini diharapkan dapat membawa dampak positif dan semangat seluruh pekerja yang terlibat dalam kegiatan pengeboran sumur-sumur berikutnya. Tahun 2023 ini, kami berencana melakukan pengeboran 12 sumur di lapangan Sangatta," kata General Manager Zona 9 Andre Wijanarko melalui siaran pers, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Targetkan Produksi Minyak 63,4 MBOPD dan Gas 668,5 MMSCFD, Intip Strategi PHI di 2023
Andre menyampaikan bahwa perusahaan akan terus berinvestasi melalui kegiatan pengeboran sumur-sumur baru sebagai langkah strategis dalam menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga tingkat produksi migas. Dia menambahkan, untuk mempertahankan kinerja positif ini PEP Sangatta Field akan terus melaksanakan sinergi maksimal melalui penyusunan proposal yang komprehensif sehingga dapat dihasilkan rencana pengembangan yang kuat dan fleksibel dalam kondisi yang volatile yang dihadapi.
Baca Juga: Target Produksi 1 Juta Barel Minyak Per Hari, Kepala SKK Migas: Leadership Kunci Pencapaian
Sementara itu, Manager Subsurface Development Area 2 Zona 9 Budi Darmawan menambahkan bahwa sumur SBR-34 merupakan sumur terakhir yang di tajak pada tahun 2022 dan yang pertama melakukan produksi pada tahun 2023. Sumur ini dibor dengan kedalaman 1273 mMD dan dikerjakan kurang dari satu bulan.
Dia menambahkan, peningkatan produksi dari sumur SBR-34 ini dinilai memiliki magnitude yang besar, memberikan nuansa positif terhadap upaya perusahaan dalam mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah.
"Dengan capaian yang baik pada sumur SBR-34 ini diharapkan dapat membawa dampak positif dan semangat seluruh pekerja yang terlibat dalam kegiatan pengeboran sumur-sumur berikutnya. Tahun 2023 ini, kami berencana melakukan pengeboran 12 sumur di lapangan Sangatta," kata General Manager Zona 9 Andre Wijanarko melalui siaran pers, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Targetkan Produksi Minyak 63,4 MBOPD dan Gas 668,5 MMSCFD, Intip Strategi PHI di 2023
Andre menyampaikan bahwa perusahaan akan terus berinvestasi melalui kegiatan pengeboran sumur-sumur baru sebagai langkah strategis dalam menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga tingkat produksi migas. Dia menambahkan, untuk mempertahankan kinerja positif ini PEP Sangatta Field akan terus melaksanakan sinergi maksimal melalui penyusunan proposal yang komprehensif sehingga dapat dihasilkan rencana pengembangan yang kuat dan fleksibel dalam kondisi yang volatile yang dihadapi.
Baca Juga: Target Produksi 1 Juta Barel Minyak Per Hari, Kepala SKK Migas: Leadership Kunci Pencapaian
Sementara itu, Manager Subsurface Development Area 2 Zona 9 Budi Darmawan menambahkan bahwa sumur SBR-34 merupakan sumur terakhir yang di tajak pada tahun 2022 dan yang pertama melakukan produksi pada tahun 2023. Sumur ini dibor dengan kedalaman 1273 mMD dan dikerjakan kurang dari satu bulan.
Dia menambahkan, peningkatan produksi dari sumur SBR-34 ini dinilai memiliki magnitude yang besar, memberikan nuansa positif terhadap upaya perusahaan dalam mempertahankan tingkat produksi dan menahan laju penurunan produksi alamiah.
(fai)
Lihat Juga :