Jokowi Soroti Puluhan Provinsi Alami Defisit Beras, Gula hingga Bawang Merah

Selasa, 28 April 2020 - 14:37 WIB
loading...
Jokowi Soroti Puluhan...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, puluhan provinsi mengalami defisit pasokan beberapa bahan pangan di tengah pandemi corona atau Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, puluhan provinsi mengalami defisit pasokan beberapa bahan pangan di tengah pandemi corona atau Covid-19. Hal ini memunculkan kekhawatiran adanya krisis pangan seperti yang diperkirakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Lebih lanjut Ia meminta, jajaran menterinya untuk melakukan hitungan cepat atas kebutuhan bahan pokok setiap provinsi. Bahkan diterangkan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tercatat 34 provinsi mengalami defisit gula.

"Setiap daerah dan provinsinya agar dihitung proporsi surplus dan defisit, berapa produksinya dan gula itu mengalami defisit di 34 provinsi," ujar Jokowi saat menggelar rapat terbatas khusus untuk membahas pasokan bahan pokok secara virtual di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Sambung dia merinci, beberapa produk pangan yang mengalami defisit diantaranya pasokan beras mengalami defisit di 7 provinsi, lalu stok jagung mengalami deifist di 11 di provinsi. Kemudian cabai besar juga defisit di 23 provinsi, lalu cabai rawit juga mengalami defisit di 19 provinsi.

Selain itu bawang merah hanya mengalami defisit di satu provinsi dan produksi telur ayam itu hanya defisit di 22 provinsi. Sedangkan pasokan minyak goreng mengalami surplus. "Jadi untuk minyak goreng surplus dan cukup di semua provinsi," katanya.

Dia menambahkan langkah antisipasi harus dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat. Pasalnya kebutuhan pasokan bahan pokok tidak boleh mengalami kekurangan. "Saya minta agar distribusi bahan pokok aman kita ini negara kepulauan. Distribusi pangan antar provinsi, antar wilayah, antar pulau tidak boleh terganggu," imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Penuhi Kebutuhan Industri...
Penuhi Kebutuhan Industri Pangan, Alvalab Hadirkan Layanan Uji Berbasis Teknologi Tinggi
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Penguatan Manajemen...
Penguatan Manajemen Risiko Jadi Kunci Keamanan Industri Pangan
Rekomendasi
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Infografis
Puluhan Akademisi Kampus...
Puluhan Akademisi Kampus Kritik Penyimpangan Demokrasi Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved