Keras, Trump Sebut Tak Tertarik Lagi Bicarakan Perdagangan dengan China

Rabu, 15 Juli 2020 - 10:25 WIB
loading...
Keras, Trump Sebut Tak...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto/Dok. Reuters
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (14/7) menutup pintu pada negosiasi perdagangan "Fase 2" dengan China. Trump mengatakan ia tidak ingin berbicara dengan Beijing tentang perdagangan karena pandemi virus corona (Covid-19).

"Saya tidak tertarik saat ini untuk berbicara dengan China," jawab Trump ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan CBS News apakah pembicaraan perdagangan Fase 2 sudah mati, yang dikutip Reuters, Rabu (15/7/2020).

"Kami membuat kesepakatan perdagangan yang hebat," kata Trump, dari perjanjian Fase 1 yang ditandatangani pada Januari. "Tapi begitu kesepakatan selesai, tinta itu bahkan tidak kering, dan mereka menghantam kita dengan wabah," katanya, merujuk pada virus corona, yang pertama kali muncul dari kota Wuhan di China.

(Baca Juga: Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi)

Selama berbulan-bulan, Trump menyalahkan China karena dianggap mengirim virus corona ke Amerika Serikat. Orang nomor satu di AS itu mengatakan bahwa China harus "dimintai pertanggungjawaban" karena gagal menahan penyakit itu. Pandemi Covid-19 telah memakan korban besar pada masyarakat dan ekonomi AS, serta membahayakan harapan Trump untuk terpilih kembali pada November mendatang.

Diketahui, sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan fase 1, China berjanji untuk meningkatkan pembelian pertanian AS dan barang-barang manufaktur, energi, dan jasa sebesar USD200 miliar selama dua tahun. Akan tetapi Trump mengatakan pandemi mengubah pandangannya tentang perjanjian tersebut.

Di Gedung Putih, Trump mengumumkan bahwa ia menandatangani undang-undang dan perintah eksekutif untuk meminta pertanggungjawaban China atas undang-undang keamanan nasional "opresif" yang diberlakukannya terhadap Hong Kong.

(Baca Juga: Trump Tandatangani UU Sanksi China Atas Intervensi di Hong Kong)

Langkah yang disetujui oleh Kongres, yang terbaru dari serangkaian langkah yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Beijing, memberikan administrasi Trump wewenang untuk menghukum bank yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang menerapkan undang-undang keamanan nasional baru Beijing di Hong Kong. Trump juga mengatakan dia tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan Presiden China Xi Jinping.

Sebelum pandemi dimulai, beberapa pengamat perdagangan di Washington mengharapkan negosiasi fase 2 akan menghasilkan sesuatu sebelum pemilihan 2020. Sementara Fase 1 berfokus terutama pada pembelian barang-barang AS di China, meningkatkan akses AS ke pasar jasa keuangan China dan beberapa masalah kekayaan intelektual, fase 2 dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang jauh lebih sulit terkait dengan kebijakan transfer teknologi China, spionase industri, dan subsidi pemerintah kepada negara.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Trump-Xi Jinping Bertemu...
Trump-Xi Jinping Bertemu Tanpa Kesepakatan Logam Tanah Jarang, Perang Dagang Masih Membayangi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved