Hartanya Raib Rp 899,3 Triliun, Adani Bukan Lagi Orang Terkaya Asia dan ke-4 Dunia
Selasa, 07 Februari 2023 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Semuanya dimulai pada 24 Januari, ketika perusahaan investasi New York Hindenburg Research menerbitkan laporan soal konglomerat Adani. Perusahaan riset investasi asal Amerika Serikat itu mengklaim bahwa taipan India itu telah menggunakan perusahaan cangkang di negara surga pajak untuk meningkatkan pendapatannya dan memanipulasi harga saham berbagai entitasnya.
Laporan tersebut menggambarkan entitas cangkang yang berbasis di Karibia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab yang dikendalikan oleh keluarga Adani. "Kami telah menemukan bukti penipuan akuntansi, manipulasi saham, dan pencucian uang di Adani, yang terjadi selama beberapa dekade," tulis Hindenburg.
"Adani telah melakukannya dengan bantuan enabler di pemerintahan dan industri serta perusahaan internasional yang memfasilitasi kegiatan ini," kata Hindenburg.
Adani Group yang memiliki beragam bisnis mulai dari tambang, pelabuhan, pembangkit listrik, dan pusat data di India, telah menolak tuduhan. Dimana menurutnya sebagai tudingan tidak berdasar dan mengancam akan mengejar semua kemungkinan upaya hukum di pengadilan India.
"Ini bukan hanya serangan yang tidak beralasan terhadap perusahaan tertentu tetapi serangan yang diperhitungkan terhadap India, independensi, integritas, dan kualitas institusi India, serta pertumbuhan dan ambisi India," ungkap Adani Group, dalam laporan setebal 413 halaman, pada 29 Januari.
Peringatan Perusahaan Pemeringkat Kredit
Kepercayaan investor terhadap grup ikut hilang. Investor bertanya-tanya tentang utang grup yang sangat besar dan masalah tata kelola yang diangkat Hindenburg. Aksi diam pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang dekat dengan Adani, juga tidak membantu dan berkontribusi untuk mempertahankan gejolak.
Perusahaan pemeringkat kredit S&P Global Ratings baru saja menurunkan prospek entitas tertentu dari Grup Adani karena kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk membiayai diri mereka sendiri dalam beberapa bulan mendatang.
Laporan tersebut menggambarkan entitas cangkang yang berbasis di Karibia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab yang dikendalikan oleh keluarga Adani. "Kami telah menemukan bukti penipuan akuntansi, manipulasi saham, dan pencucian uang di Adani, yang terjadi selama beberapa dekade," tulis Hindenburg.
"Adani telah melakukannya dengan bantuan enabler di pemerintahan dan industri serta perusahaan internasional yang memfasilitasi kegiatan ini," kata Hindenburg.
Adani Group yang memiliki beragam bisnis mulai dari tambang, pelabuhan, pembangkit listrik, dan pusat data di India, telah menolak tuduhan. Dimana menurutnya sebagai tudingan tidak berdasar dan mengancam akan mengejar semua kemungkinan upaya hukum di pengadilan India.
"Ini bukan hanya serangan yang tidak beralasan terhadap perusahaan tertentu tetapi serangan yang diperhitungkan terhadap India, independensi, integritas, dan kualitas institusi India, serta pertumbuhan dan ambisi India," ungkap Adani Group, dalam laporan setebal 413 halaman, pada 29 Januari.
Peringatan Perusahaan Pemeringkat Kredit
Kepercayaan investor terhadap grup ikut hilang. Investor bertanya-tanya tentang utang grup yang sangat besar dan masalah tata kelola yang diangkat Hindenburg. Aksi diam pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang dekat dengan Adani, juga tidak membantu dan berkontribusi untuk mempertahankan gejolak.
Perusahaan pemeringkat kredit S&P Global Ratings baru saja menurunkan prospek entitas tertentu dari Grup Adani karena kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk membiayai diri mereka sendiri dalam beberapa bulan mendatang.
Lihat Juga :