Raih Rp939 Miliar, Bank DKI Catatkan Laba Tertinggi Sejak 1961
Selasa, 07 Februari 2023 - 21:05 WIB
loading...
Layanan digital menjadi salah satu penopang kinerja Bank DKI. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bank DKI menorehkan kinerja impresif dengan meraih laba Rp939,11 miliar per Desember 2022, atau tumbuh 29% lebih dibanding periode sama tahun 2021. Perolehan laba itu merupakan pencapaian laba tertinggi perusahaan sejak berdiri pada 1961.
Baca juga: Cuan Tambah Gede, BCA Kantongi Laba Bersih Rp40,7 Triliun di 2022
Tak cuma itu, total aset bank milik Pemprov DKI ini menembus Rp78,8 triliun pada Desember 2022. Jumlah itu naik juga naik 11,51% dibanding periode Desember 2021 yang sebesar Rpp70,74 triliun.
Salah satu penopang pertumbuhan laba Bank DKI adalah penyaluran kredit yang mencapai Rp48,37 triliun, tumbuh 23,53% dibanding Desember 2021. Pertumbuhan kredit didukung dengan kualitas aset yang sangat baik, dengan mengecilnya indikator rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 1,75%.
Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut dicapai melalui strategi ekspansi yang kuat serta sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan BUMN, BUMD, dan perusahaan-perusahaan swasta terkemuka.
“Bersamaan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, Bank DKI melakukan transformasi 5.0 secara menyeluruh dengan akselerasi kinerja penyaluran kredit dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan, sebagai komitmen mendorong pemulihan ekonomi Indonesia meskipun masih ada tantangan ketidakpastian global,” ungkap Fidri dalam keterangannya dikutip Selasa (7/2/2023).
Baca juga: Cuan Tambah Gede, BCA Kantongi Laba Bersih Rp40,7 Triliun di 2022
Tak cuma itu, total aset bank milik Pemprov DKI ini menembus Rp78,8 triliun pada Desember 2022. Jumlah itu naik juga naik 11,51% dibanding periode Desember 2021 yang sebesar Rpp70,74 triliun.
Salah satu penopang pertumbuhan laba Bank DKI adalah penyaluran kredit yang mencapai Rp48,37 triliun, tumbuh 23,53% dibanding Desember 2021. Pertumbuhan kredit didukung dengan kualitas aset yang sangat baik, dengan mengecilnya indikator rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 1,75%.
Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut dicapai melalui strategi ekspansi yang kuat serta sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan BUMN, BUMD, dan perusahaan-perusahaan swasta terkemuka.
“Bersamaan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, Bank DKI melakukan transformasi 5.0 secara menyeluruh dengan akselerasi kinerja penyaluran kredit dan ekspansi bisnis secara berkelanjutan, sebagai komitmen mendorong pemulihan ekonomi Indonesia meskipun masih ada tantangan ketidakpastian global,” ungkap Fidri dalam keterangannya dikutip Selasa (7/2/2023).
Lihat Juga :