Raih Rp939 Miliar, Bank DKI Catatkan Laba Tertinggi Sejak 1961
Selasa, 07 Februari 2023 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan penyaluran kredit Bank DKI didorong dengan tumbuhnya seluruh segmen kredit yang agresif secara year-on-year (yoy). Seperti kredit mikro mengalami kenaikan 54,22% menjadi Rp2,56 triliun, kredit ritel naik 40,30% menjadi Rp1,29 triliun, dan kredit konsumer tumbuh 13,61% menjadi Rp19,81 triliun.
"Kredit dengan skala lebih besar pun tumbuh sangat baik, seperti kredit sindikasi tumbuh 70,29% menjadi Rp6,31 triliun. Kredit komersial tumbuh 15,40% menjadi Rp16,51 triliun, dan kredit menengah tumbuh 67,28% menjadi Rp1,89 triliun," jelas Fidri.
Fidri menambahkan bahwa Bank DKI terus memperluas inklusi keuangan, salah satunya melalui digitalisasi pasar. Upaya itu dilakukan dengan implementasi aplikasi JakOne Abank sebagai layanan perbankan inklusif, QRIS sebagai sistem pembayaran, dan fasilitas digital lainnya dalam ekosistem pasar.
Sebagai gambaran, Perumda Pasar Jaya saat ini mengelola 154 pasar di Jakarta, dengan lebih dari 200 ribu pedagang dan 2 juta pengunjung setiap hari. Dengan karakteristik dan potensi bisnis yang dimiliki tersebut, Bank DKI memiliki ruang untuk tumbuh signifikan melalui berbagai produk dan layanan digital, seperti JakOne Mobile, JakOne Pay, JakOne Abank, termasuk pengajuan Kredit Mikro secara online melalui fasilitas Digital Lending.
Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto merinci kenaikan laba bersih Bank DKI dicapai melalui peningkatan pendapatan bunga menjadi Rp4,53 triliun, naik 16,64% (yoy) dari Rp3,88 triliun pada periode tahun sebelumnya. Selain itu, peningkatan transaksi pada platform digital memainkan peran besar dalam mendongkrak pertumbuhan fee-based income sebesar 27,71% menjadi Rp576,01 miliar.
"Kendali yang baik terhadap beban bunga memengaruhi peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 8,92% menjadi Rp2,93 triliun," ungkap Romy.
"Kredit dengan skala lebih besar pun tumbuh sangat baik, seperti kredit sindikasi tumbuh 70,29% menjadi Rp6,31 triliun. Kredit komersial tumbuh 15,40% menjadi Rp16,51 triliun, dan kredit menengah tumbuh 67,28% menjadi Rp1,89 triliun," jelas Fidri.
Fidri menambahkan bahwa Bank DKI terus memperluas inklusi keuangan, salah satunya melalui digitalisasi pasar. Upaya itu dilakukan dengan implementasi aplikasi JakOne Abank sebagai layanan perbankan inklusif, QRIS sebagai sistem pembayaran, dan fasilitas digital lainnya dalam ekosistem pasar.
Sebagai gambaran, Perumda Pasar Jaya saat ini mengelola 154 pasar di Jakarta, dengan lebih dari 200 ribu pedagang dan 2 juta pengunjung setiap hari. Dengan karakteristik dan potensi bisnis yang dimiliki tersebut, Bank DKI memiliki ruang untuk tumbuh signifikan melalui berbagai produk dan layanan digital, seperti JakOne Mobile, JakOne Pay, JakOne Abank, termasuk pengajuan Kredit Mikro secara online melalui fasilitas Digital Lending.
Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto merinci kenaikan laba bersih Bank DKI dicapai melalui peningkatan pendapatan bunga menjadi Rp4,53 triliun, naik 16,64% (yoy) dari Rp3,88 triliun pada periode tahun sebelumnya. Selain itu, peningkatan transaksi pada platform digital memainkan peran besar dalam mendongkrak pertumbuhan fee-based income sebesar 27,71% menjadi Rp576,01 miliar.
"Kendali yang baik terhadap beban bunga memengaruhi peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 8,92% menjadi Rp2,93 triliun," ungkap Romy.
Lihat Juga :