Prediksi BI: Kredit Baru Diperkirakan Tumbuh di Kuartal III/2020
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan penyaluran kredit konsumsi terutama terjadi untuk jenis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor. Secara sektoral, penurunan SBT pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh sektor, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, sektor Jasa Pendidikan, dan sektor Perikanan.
Dia menuturkan, rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit secara keseluruhan tahun 2020 sebesar 2,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2019 sebesar 6,1% (yoy). "Responden menyampaikan bahwa prakiraan perlambatan kinerja penyaluran kredit tahun 2020 tersebut antara lain sebagai dampak dari pandemi COVID-19," katanya.
Sementara itu, pada kuartal III-2020, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan meningkat sebagaimana tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 78,1%, lebih tinggi dibandingkan 44,0% pada kuartalan sebelumnya. Menurut Onny, meningkatnya pertumbuhan DPK diprediksi terjadi pada jenis instrumen giro dan deposito, terindikasi dari nilai SBT masing-masing sebesar 39,4% dan 64,8%, lebih tinggi dibandingkan 27,8% dan 41,6% pada kuartal sebelumnya.
Sedangkan pertumbuhan DPK pada instrumen tabungan tercatat melambat, terindikasi dari nilai SBT sebesar 60,9%, lebih rendah dibandingkan 85,7% pada kuartal sebelumnya. "Pertumbuhan DPK tahun 2020 diperkirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT perkiraan penghimpunan DPK tahun 2020 sebesar 87,3%, lebih tinggi dibandingkan 73,3% pada tahun sebelumnya," ujar Onny.
Perkiraan pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah, serta sebagai dampak dari pandemi Covid-19. BI memandang, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun risiko dari dampak meluasnya penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati.
Ke depan, BI tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif sejalan dengan bauran kebijakan yang telah diambil sebelumnya serta bauran kebijakan nasional, termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran Covid-19.
Dia menuturkan, rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit secara keseluruhan tahun 2020 sebesar 2,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2019 sebesar 6,1% (yoy). "Responden menyampaikan bahwa prakiraan perlambatan kinerja penyaluran kredit tahun 2020 tersebut antara lain sebagai dampak dari pandemi COVID-19," katanya.
Sementara itu, pada kuartal III-2020, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan meningkat sebagaimana tercermin dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 78,1%, lebih tinggi dibandingkan 44,0% pada kuartalan sebelumnya. Menurut Onny, meningkatnya pertumbuhan DPK diprediksi terjadi pada jenis instrumen giro dan deposito, terindikasi dari nilai SBT masing-masing sebesar 39,4% dan 64,8%, lebih tinggi dibandingkan 27,8% dan 41,6% pada kuartal sebelumnya.
Sedangkan pertumbuhan DPK pada instrumen tabungan tercatat melambat, terindikasi dari nilai SBT sebesar 60,9%, lebih rendah dibandingkan 85,7% pada kuartal sebelumnya. "Pertumbuhan DPK tahun 2020 diperkirakan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT perkiraan penghimpunan DPK tahun 2020 sebesar 87,3%, lebih tinggi dibandingkan 73,3% pada tahun sebelumnya," ujar Onny.
Perkiraan pertumbuhan DPK tersebut antara lain didorong oleh peningkatan fasilitas dan pelayanan bank kepada nasabah, serta sebagai dampak dari pandemi Covid-19. BI memandang, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun risiko dari dampak meluasnya penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati.
Ke depan, BI tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif sejalan dengan bauran kebijakan yang telah diambil sebelumnya serta bauran kebijakan nasional, termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran Covid-19.
Lihat Juga :