Gurita Bisnis BUMDes Maju Mandiri, Kelola Goa Pindul hingga Pasar Digital
Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Potensi Desa Besar, Pemberdayaan BUMDes Perlu Dukungan)
Dia menjelaskan BUMDes juga mengoptimalkan tanah desa yang ada di pinggir jalan dengan membangun toko. Kemudian, toko-toko itu disewakan kepada masyarakat. Totalnya, ada 82 titik yang dikelola BUMDes.
Dalam mengelola aset desa dan menjalankan lini usaha, menurutnya, tidak semua bertujuan untuk menghasilkan keuntungan. Yanto menyatakan ada usaha-usaha yang sifatnya sosial, tetapi memiliki dampak yang besar bagi masyarakat Bejiharjo. Empat lini usaha memang menghasilkan keuntungan yang tinggi, yakni Goa Pindul, Bejiharjo Edupark, persewaan toko, dan simpan pinjam.
“Untuk yang lain, misalnya, internet desa itu tidak begitu besar memberikan dampak keuangan. Akan tetapi, dampak sosialnya luar biasa, seperti mendorong edukasi, pemasaran dan sebagainya. Jadi, kami melihatnya di situ, termasuk juga untuk (pengelolaan) sampah. Itu bisa jadi habis untuk pengelolaan atau biaya operasional. Tapi, dampak kesehatan dan kebersihannya luar biasa,” paparnya.
Desa Bejiharjo begitu memikirkan dampak turunan dari banyak pelancong yang datang. Maka, BUMDes mengelola sampah yang diambil dari rumah-rumah warga, wisata, sekolah, dan lainnya.
Kemudian, sampah itu dipilah-pilah. Ada yang dibuat pupuk organik dan digunakan untuk budidaya margot. Yang tidak bisa diolah dan dijual, baru dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. BUMDes sebagai perwakilan desa mampu tampil sebagai pengelola potensi, pembina, dan pemberdaya masyarakat secara baik.
(Baca juga:3 Pesona Wisata Olahraga di Gunungkidul yang Wajib Dicoba!)
Dia menjelaskan BUMDes juga mengoptimalkan tanah desa yang ada di pinggir jalan dengan membangun toko. Kemudian, toko-toko itu disewakan kepada masyarakat. Totalnya, ada 82 titik yang dikelola BUMDes.
Dalam mengelola aset desa dan menjalankan lini usaha, menurutnya, tidak semua bertujuan untuk menghasilkan keuntungan. Yanto menyatakan ada usaha-usaha yang sifatnya sosial, tetapi memiliki dampak yang besar bagi masyarakat Bejiharjo. Empat lini usaha memang menghasilkan keuntungan yang tinggi, yakni Goa Pindul, Bejiharjo Edupark, persewaan toko, dan simpan pinjam.
“Untuk yang lain, misalnya, internet desa itu tidak begitu besar memberikan dampak keuangan. Akan tetapi, dampak sosialnya luar biasa, seperti mendorong edukasi, pemasaran dan sebagainya. Jadi, kami melihatnya di situ, termasuk juga untuk (pengelolaan) sampah. Itu bisa jadi habis untuk pengelolaan atau biaya operasional. Tapi, dampak kesehatan dan kebersihannya luar biasa,” paparnya.
Desa Bejiharjo begitu memikirkan dampak turunan dari banyak pelancong yang datang. Maka, BUMDes mengelola sampah yang diambil dari rumah-rumah warga, wisata, sekolah, dan lainnya.
Kemudian, sampah itu dipilah-pilah. Ada yang dibuat pupuk organik dan digunakan untuk budidaya margot. Yang tidak bisa diolah dan dijual, baru dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. BUMDes sebagai perwakilan desa mampu tampil sebagai pengelola potensi, pembina, dan pemberdaya masyarakat secara baik.
(Baca juga:3 Pesona Wisata Olahraga di Gunungkidul yang Wajib Dicoba!)
Lihat Juga :