Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun Lebih Menguntungkan? Ini Kata Ekonom

Sabtu, 11 Februari 2023 - 10:39 WIB
loading...
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM nonsubsidi fluktuatif mengikuti harga keekonomian pasar dinilai punya kelebihan tersebdiri. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara dinamis mengikuti harga keekonomiannya dinilai akan menguntungkan masyarakat. Namun, masyarakat dinilai perlu dibiasakan sekaligus diberi pemahaman terkait pengaturan harga BBM nonsubsidi tersebut.

Sejatinya, pemerintah memberikan hak kepada badan usaha untuk menentukan harga BBM nonsubsidi. Pasal 8 Permen ESDM No 20/2021 menyebutkan, harga jual eceran BBM jenis umum di titik serah setiap liter, dihitung dan ditetapkan oleh badan usaha. Hal ini mengacu pada formula harga tertinggi yang terdiri atas harga ditambah PPN, dan PBBKB dengan margin paling tinggi 10% dari harga dasar. Aturan itu berlaku untuk BBM nonsubsidi yang dijual badan usaha, BUMN maupun swasta.

Baca Juga: Minyak Jatuh di Bawah USD85 per Barel, Harga BBM Bakalan Turun?

"Sebenarnya ini justru menguntungkan masyarakat karena ada penyesuaian harga lebih cepat dalam konteks harga minyak mentah rendah," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Jumat (10/2/2023).

Dia pun menilai masyarakat lama-lama akan terbiasa dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, imbuh dia, agar kebiasaan menghadapi harga BBM yang fluktuatif itu muncul, Pertamina dan pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara masif serta mengumumkan formulasi harga yang transparan.

Dalam hal ini, kata dia, teknologi informasi maupun media sosial bisa dimanfaatkan secara maksimal agar sosialisasi lebih merata. Sebab, kata Bhima, kendati penetapan harga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), masyarakat masih kerap dibingungkan dengan cara penghitungan harga BBM.

"Idealnya, ada website untuk pengumuman formulasi, variabel seperti level nilai tukar yang digunakan, harga acuan BBM Singapura, dan sebagainya," ujarnya.

Sementara, pengamanat ekonomi energi dari UGM Fahmy Radhi menilai ide untuk mengevaluasi harga BBM nonsubsidi mengikuti harga keekonomian yang dinamis sangat tepat. Fahmy pun menegaskan bahwa hal ini wajar dan memang diatur oleh pemerintah.

Baca Juga: Ikuti Pasar, Erick Thohir Ingin Update Harga BBM Pertamax Dirilis Tiap Pekan

"Jika dibiarkan floating tidak akan ada perubahan harga secara drastis yang akan mengejutkan masyarakat. Tapi misalnya jika tiba-tiba harga minyak dunia naik, tapi harga terus ditahan dan baru dua-tiga bulan kemudian naik signifikan, justru masyarakat akan terkejut," paparnya.

Menurut Fahmy, menjadi pekerjaan Pertamina dan pemerintah untuk menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi yang benar. Dia yakin konsumen BBM nonsubsidi akan menerima fluktuasi harga, apalagi naik-turun harganya pun tidak terlalu besar.

"Secara tidak sadar konsumen akan terbiasa dengan harga yang berubah, baik harga naik ataupun turun mengikuti perkembangan harga minyak global. Kebijakan ini menurut saya tepat dan konsumen nantinya secara otomatis akan terbiasa," kata Fahmy.

Sebelumnya, anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Basuki Trikora Putra juga menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan penetapan harga BBM nonsubsidi oleh badan usaha secara berkala. Terlebih, kata dia, penetapan harga BBM nonsubsidi oleh badan usaha juga memperhatikan kondisi pertumbuhan ekonomi, sektor industri, daya beli dan kelangsungan bisnis.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Rekomendasi
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved