Kelayakan KCJB Jadi Sorotan, Legislator: Perlu Uji Coba Kecepatan Tinggi
Rabu, 15 Februari 2023 - 13:14 WIB
loading...
Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2023, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) didesak untuk dipastikan kelayakannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2023, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) didesak untuk dipastikan kelayakannya. Alasannya menurut Anggota Komisi V DPR RI, Suryadi Jaya Purnama, sejak awal proyek dimulai hingga saat ini banyak sekali masalah yang menyertai KCJB.
Mulai dari penggantian pelaksana proyek yang awalnya diinisiasi akan dikerjakan Jepang kemudian dalam tender dimenangkan oleh China. Baca Juga:Biaya Kereta Cepat Bengkak, Indonesia Akan Ngutang Lagi ke China
"Lalu masalah pembengkakan biaya proyek serta beberapa kecelakaan konstruksi yang terjadi selama proses pembangunan proyek. Progres proyek pembangunan kereta cepat saat ini baru mencapai 84%, namun apabila proyek ini selesai sesuai rencana pada bulan Juni 2023, maka masih perlu dilakukan uji coba kecepatan tinggi sebelum KCJB benar-benar dianggap layak untuk bisa digunakan secara komersial pada bulan Juli 2023," terang Suryadi di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Lebih lanjut, dia menyebut beberapa pihak menganggap waktu ujicoba yang hanya sekitar dua bulan antara bulan Juni 2023 hingga Juli 2023 terlalu singkat.
Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Bukan Dikorupsi
Mulai dari penggantian pelaksana proyek yang awalnya diinisiasi akan dikerjakan Jepang kemudian dalam tender dimenangkan oleh China. Baca Juga:Biaya Kereta Cepat Bengkak, Indonesia Akan Ngutang Lagi ke China
"Lalu masalah pembengkakan biaya proyek serta beberapa kecelakaan konstruksi yang terjadi selama proses pembangunan proyek. Progres proyek pembangunan kereta cepat saat ini baru mencapai 84%, namun apabila proyek ini selesai sesuai rencana pada bulan Juni 2023, maka masih perlu dilakukan uji coba kecepatan tinggi sebelum KCJB benar-benar dianggap layak untuk bisa digunakan secara komersial pada bulan Juli 2023," terang Suryadi di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Lebih lanjut, dia menyebut beberapa pihak menganggap waktu ujicoba yang hanya sekitar dua bulan antara bulan Juni 2023 hingga Juli 2023 terlalu singkat.
Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Bukan Dikorupsi
Lihat Juga :